Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

InJourney Antisipasi Bagasi Nyasar Saat Musim Mudik Lebaran 2026

InJourney Antisipasi Bagasi Nyasar Saat Musim Mudik Lebaran 2026
Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih

  • IAS memanfaatkan teknologi digital untuk melacak posisi bagasi penumpang dan mencegah kasus bagasi nyasar selama musim mudik Lebaran 2026.
  • Kerja sama dengan pengelola bandara dilakukan untuk memprediksi lonjakan penumpang, mengatur petugas di titik kritis, serta menangani sekitar 250 ribu bagasi per hari di Bandara Soekarno-Hatta.
  • InJourney meningkatkan koordinasi antar entitas penerbangan dan memperkuat layanan pelanggan guna memastikan pengalaman perjalanan yang lebih baik selama periode angkutan Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - InJourney Airports Services (IAS) Group mengantisipasi kasus bagasi salah rute atau 'nyasar' saat peak season musim mudik Lebaran 2026 mendatang. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital untuk mengetahui posisi dari bagasi penumpang.

Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pihaknya memanfaatkan platform digital untuk bagasi penumpang.

"Insya Allah bisa mempercepat proses dan juga bisa men-tracking dari kargo yang ada, sehingga kemungkinan kargo hilang dan lain-lain ini bisa kami hilangkan," kata Budi, Jumat (13/3/2026).

1. IAS juga bekerja sama dengan pengelola bandara untuk perkirakan bagasi penumpang yang datang

Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta
Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta di masa Lebaran 2026 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, Budi juga bekerja sama dengan pengelola bandara-bandara untuk penanganan bagasi saat masa ramai. Salah satunya dengan memanfaatkan pengumpulan data dari pengelola bandara, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang memiliki data di posko-posko angkutan Lebaran.

"Jadi, kami sudah bisa memprediksi di jam sekian ada berapa penumpang, jadi petugas dan alat yang disiapkan bisa dimaksimalkan di titik-titik tertentu," katanya.

2. Ada 250 ribu bagasi penumpang per harinya di Bandara Soetta

Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta
Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta di masa Lebaran 2026 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Budi menuturkan, terdapat sekitar 250 ribu bagasi per harinya yang ditangani oleh petugas IAS di lapangan di Bandara Soetta saja. Hal tersebut, kata Budi membuat pihaknya telah memetakan titik-titik kritis untuk layanan utama.

"Mulai dari penumpang departure sama arrival itu sudah kami petakan titik-titik kritisnya di mana, kemudian kami sudah tetapkan juga antisipasi-antisipasinya," ungkapnya.

Budi mengungkapkan, pihaknya menetapkan 35 bandara yang disiagakan selama musim angkutan Lebaran 2026 ini. Meskipun, seperti musim Lebaran tahun sebelumnya, pergerakan penumpang terbesar ada di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Hasanudin, Makassar.

"Kalau penumpang memang naiknya sekitar 17 persen dibanding yang tahun yang kemarin, tapi kami lihat memang, untuk tahun ini ada kemungkinan kenaikan yang lebih, kalau dilihat dari sisi permintaan maskapai untuk penambahan penumpang," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal mengantisipasi antrean toilet di bandara yang biasanya menjadi tujuan favorit. Salah satunya juga dengan memanfaatkan teknologi yang bisa memprediksi datangnya penumpang di jam-jam sibuk.

"Saat jam-jam sibuk, kami tambah petugas di toilet terdekat dari pintu kedatangan, selain untuk mempercepat pembersihan juga memberikan informasi ke penumpang mengenai adanya toilet terdekat lainnya agar bisa terbagi," tuturnya.

3. InJourney memastikan melakukan peningkatan pelayanan

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko InJourney, Yudi Rizkyyardi Darun
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko InJourney, Yudi Rizkyyardi Darun (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko InJourney, Yudi Rizkyyardi Darun menuturkan, sebagai 3 ekosistem penerbangan, InJourney terus berkoordinasi dengan stakeholder lainnya untuk memaksimalkan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.

"Jadi bagasi yang untuk konteks identifikasi dari sisi round itu juga kita lakukan peningkatan-peningkatan," tuturnya.

Ia pun memastikan, InJourney terus memperbaiki pelayanan dari tahun-tahun sebelumnya, yang difokuskan untuk meningkatkan customer experience dan bagaimana bisa melayani customer di titik-titik yang menjadi destinasi-destinasi sangat prioritas.

"Dan yang ke-2 adalah kami improve, terkait dengan integrasi antar entitas yang kami kelola saat ini, sebagai contoh, bagaimana airport, dan juga IAS semakin erat lagi dalam memberikan layanan di airport seperti itu," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More