Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sidak Tol Jakarta-Tangerang, DPR: Kerusakan Parah Tak Bisa Ditoleransi

Sidak Tol Jakarta-Tangerang, DPR: Kerusakan Parah Tak Bisa Ditoleransi
Ilustrasi jalan Tol Jakarta-Tangerang (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
  • Syaiful Huda dari Komisi V DPR melakukan sidak ke Tol Jakarta–Tangerang dan menilai kerusakan jalan sangat parah hingga membahayakan keselamatan pengguna.
  • Komisi V mendesak Jasa Marga segera memperbaiki ruas tol sebelum arus mudik Lebaran 2026, serta menegaskan sanksi bagi operator yang tidak memenuhi standar pelayanan minimum.
  • Jasa Marga menyatakan terus melakukan perbaikan bertahap di Tol Jakarta–Tangerang dengan pengerahan beberapa tim rekonstruksi dan patching, meski terkendala cuaca serta volume kendaraan berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Jalan Tol Jakarta - Tangerang pada Kamis (12/2/2026) malam. Dalam sidak tersebut, Syaiful menegaskan kerusakan di jalan tol yang menghubungkan Banten dan Jakarta terlalu parah dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V. Karena itu kami melakukan sidak ke ruas tol Jakarta–Tangerang yang banyak dikeluhkan,” kata Huda, Jumat (13/2/2026).

1. Huda menegaskan Jasa Marga tak memenuhi standar pelayanan minimum jalan tol

Arus mudik lebaran 2024 di  Tol Tangerang - Jakarta di Pinang, Kota Tangerang (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Arus mudik lebaran 2024 di Tol Tangerang - Jakarta di Pinang, Kota Tangerang (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Menurut Huda, Komisi V menerima banyak pengaduan masyarakat, baik melalui pesan WhatsApp maupun laporan langsung kepada anggota DPR. Keluhan itu bahkan sampai kepada pimpinan Komisi V sehingga mendorong dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Dari hasil sidak, ia menemukan sejumlah kerusakan serius di beberapa ruas tol dan jalan arteri. Namun kondisi paling parah ditemukan di ruas Jalan Tol Jakarta–Tangerang yang dikelola oleh Jasa Marga.

Huda mengingatkan bahwa seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol. Komisi V bahkan telah membentuk panitia kerja (Panja) khusus untuk mengawasi pemenuhan standar tersebut.

“Ada 16 indikator dalam SPM yang harus dipenuhi oleh semua BUJT. Dalam beberapa ruas yang kami lihat, indikator itu tidak sepenuhnya dipenuhi sesuai regulasi, baik dalam PP maupun Permen PU,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerusakan jalan tol tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengguna. Bahkan beberapa anggota Komisi V yang rutin melintasi ruas tersebut mengaku merasakan langsung dampaknya.

“Dua anggota Komisi V asal Lampung yang sering bolak-balik lewat jalur ini mengatakan secara objektif kondisi jalannya memang buruk. Mobil sampai terasa bergoyang,” kata Huda.

2. Komisi V mendesak perbaikan dilakukan segera sebelum arus mudik Lebaran 2026

Wasekjen DPP PKB, Syaiful Huda sebut pencalonan Sohibul Iman bisa jadi boomerang bagi PKS. (IDN Times/Amir Faisol)
Wasekjen DPP PKB, Syaiful Huda sebut pencalonan Sohibul Iman bisa jadi boomerang bagi PKS. (IDN Times/Amir Faisol)

Huda mengungkapkan, persoalan ini juga telah disampaikan secara terbuka dalam rapat kerja Komisi V bersama Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta 16 operator jalan tol termasuk Jasa Marga. Komisi V mendesak perbaikan dilakukan secepatnya mengingat arus mudik Lebaran sudah semakin dekat.

Huda menyebut keluhan publik sudah sangat serius, bahkan sebagian masyarakat mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika tidak ada perbaikan segera.

“Dalam jangka pendek harus ada percepatan perbaikan. Jalan rusak ini berisiko menyebabkan kecelakaan. Kalau belum bisa diperbaiki, minimal harus diberi tanda peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Komisi V juga menyoroti kewajiban penyelenggara jalan tol untuk memastikan kemantapan jalan, kelengkapan rambu, jalur keselamatan, rest area yang layak hingga penerangan jalan sesuai standar. Selain itu, Huda menegaskan pengawasan terhadap operator jalan tol harus diperketat. Ia meminta Badan Pengatur Jalan Tol bertindak tegas jika ada operator yang tidak memenuhi SPM.

“Kalau setelah evaluasi tidak ada kesungguhan perbaikan, BPJT bisa menjatuhkan sanksi tegas. Salah satunya menurunkan tarif tol atau bahkan menolak usulan kenaikan tarif,” ujarnya.

Di sisi lain, operator jalan tol selama ini berdalih kerusakan jalan juga dipicu kendaraan ODOL (over dimension over load) yang melampaui kapasitas jalan. Namun Huda menegaskan alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Apapun alasannya, kerusakan jalan tol yang membahayakan pengguna tidak bisa ditoleransi,” kata Huda.

Ia mengingatkan kemacetan akibat kerusakan jalan dapat memicu penumpukan kendaraan, keterlambatan perjalanan mudik, hingga meningkatkan risiko kelelahan pengemudi di jalan. Komisi V menegaskan peringatan keras sebenarnya sudah disampaikan sejak dua bulan lalu. Jika tidak ada perbaikan nyata, DPR menilai ada unsur kelalaian bahkan pembiaran.

“Warning dari Komisi V sudah kami sampaikan sejak lama. Kalau sampai sekarang belum ada perbaikan serius, itu bisa masuk kategori kelalaian,” tegasnya.

3. Jasamarga tegaskan terus melakukan perbaikan ruas tol Jakarta-Tangerang

Arus mudik Lebaran 2024 di  Tol Tangerang - Jakarta di Pinang, Kota Tangerang (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Arus mudik Lebaran 2024 di Tol Tangerang - Jakarta di Pinang, Kota Tangerang (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati mengungkapkan, JMT Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang terus melakukan perbaikan perkerasan jalan di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya pemeliharaan jalan tol guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Pihaknya pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama melintasi beberapa lokasi dengan kondisi perkerasan yang kurang baik. Jasa Marga memastikan bahwa proses pekerjaan tetap berlangsung secara bertahap di lapangan dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan perbaikan terutama jelang layanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.

“Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel," terang Widiyatmiko.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pekerjaan pemeliharaan perkerasan mengalami berbagai tantangan, diantaranya masih tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek. Tingginya curah hujan dapat mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan, sementara tingginya volume kendaraan berat yang melintas, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih, memberikan beban berulang pada struktur jalan yang semakin memperparah kerusakan.

Widiyatmiko juga menambahkan bahwa saat ini perbaikan perkerasan dilakukan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 sampai KM 26. Selain itu, juga dilakukan percepatan penanganan perbaikan perkerasan jelang puncak arus mudik untuk menjaga kapasitas jalan dapat melayani pemudik dengan optimal. Ia menerangkan, pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan telah memasuki masa puncak arus mudik Idul Fitri 1447H.

"Sementara itu, penanganan sementara seperti patching tetap dapat dilanjutkan selama periode pelayanan arus mudik dan balik melalui tim sapu lubang yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol," tambah Widiyatmiko.

Diketahui, sejak 11 Maret 2026, perbaikan perkerasan telah dilakukan di sejumlah titik pada Ruas Tol Jakarta–Tangerang, antara lain:

- KM 26+500 s.d. KM 26+400 arah B lajur 2

- KM 25+600 s.d. KM 25+300 arah B lajur 3

- KM 25+100 s.d. KM 25+000 arah B lajur 3

- KM 18+280 arah B lajur 2 KM 11+000 s.d. KM 10+900 arah B lajur 2

- KM 12+100 s.d. KM 12+400 arah A lajur 2

- KM 21+610 s.d. KM 21+750 arah A lajur 2

- KM 25+100 s.d. KM 25+150 arah A lajur 2

- KM 25+050 s.d. KM 25+400 arah A lajur 3

Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan perkerasan juga terus dilanjutkan pada Kamis malam (12/03) melalui metode patching di 92 titik pekerjaan yang tersebar di dua arah lalu lintas Ruas Tol Jakarta-Tangerang.

Sebanyak 49 titik pekerjaan berada di Jalur A pada rentang KM 2+100 sampai KM 26+300, sementara 43 titik lainnya berada di Jalur B pada rentang KM 1+700 sampai KM 23+150. Pekerjaan dilaksanakan dengan waktu pelaksanaan pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB guna meminimalkan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas.

Jasa Marga memastikan proses perbaikan dan perkerasan jalan akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas agar pelayanan kepada pengguna jalan tetap berjalan dengan baik.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More