Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belasan Ton Pestisida Terbakar di Gudang BSD, Cemari Sungai Cisadane
Belasan Ton Pestisida Terbakar di Gudang BSD, Cemari Sungai Cisadane (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Intinya sih...

  • Belasan ton pestisida terbakar di gudang BSD, menyebabkan pencemaran lingkungan

  • Pencemaran disebabkan oleh cairan pestisida yang terbawa air pemadam kebakaran dan masuk ke sungai sekitar

  • Perusahaan belum tahu cara menetralisir cemaran tersebut dan masih menunggu arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Belasan ton bahan baku pestisida terbakar dalam insiden kebakaran gudang penyimpanan di kawasan Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa itu berdampak pada pencemaran lingkungan, termasuk aliran sungai di sekitarnya.

Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, mengatakan jumlah bahan kimia yang terbakar mencapai sekitar 10 hingga 15 ton. “Tapi enggak semua cair, ada juga yang padat, campur,” kata Lucky, Rabu (11/2/2026).

1. Perusahaan menyebut, pencemaran karena cairan pestisida terbawa air pemadam kebakaran

Gudang Pestisida di BSD Tangsel Terbakar, Asap Menyengat Sulit Padam (Dok. Damkar Tangsel)

Ia menjelaskan, bahan baku tersebut merupakan pestisida impor dari China yang biasa digunakan perusahaan jasa pengendalian hama seperti nyamuk, kecoa, hingga rayap, dan didistribusikan ke wilayah Jabodetabek.

Menurut Lucky, pencemaran terjadi setelah proses pemadaman kebakaran menggunakan air. Cairan pestisida terbawa aliran air hingga masuk ke kali dan sungai sekitar, menyebabkan ikan mabuk dan mati.

“Enggak tahu langsung berubah warna, tapi setelah beberapa waktu airnya kembali cokelat,” ujarnya.

2. Perusahaan belum tahu cara menetralisir cemaran tersebut

Kali di Serpong Memutih Usai Kebakaran Gudang Pestisida (Dok. IDN Times/warga)

Pihak perusahaan belum memastikan langkah penetralan air yang tercemar karena masih menunggu arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Bentuknya serbuk padat, absorben. Tapi di beberapa lokasi sudah enggak ada pencemaran karena terbawa aliran air. Jadi masih dipertimbangkan perlu atau tidak,” kata Lucky.

Diketahui, kebakaran gudang pestisida terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 04.25 WIB. Limbah bahan kimia yang terbawa air pemadaman mengalir ke Kali Jaletreng hingga Sungai Cisadane.

Akibatnya, air sempat berubah warna menjadi putih dan ribuan ikan dilaporkan mabuk serta mati. Warga di wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang bahkan sempat menangkap ikan-ikan tersebut. Perumda Tirta Benteng juga menghentikan sementara produksi air bersih akibat pencemaran.

“Intinya semua sudah terkendali. PDAM juga sudah menyatakan normal, jadi untuk treatment lanjutan masih dipertimbangkan oleh lingkungan hidup,” kata Lucky.

Editorial Team