Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPBD Lebak Beri Peringatan Potensi Bencana Saat Pemilu

BPBD Lebak Beri Peringatan Potensi Bencana Saat Pemilu
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Share Article

Lebak, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengeluarkan peringatan potensi bencana saat penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) pada Februari 2024. Saat itu merupakan puncak musim hujan

Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkap, hal ini berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Waktu rapat di bulan September kita sudah menyampaikan kita me-warning penyelenggara pemilu bahwa puncak musim hujan akan berlangsung di awal Januari dan akhir Februari dan itu bertepatan dengan perhelatan Pemilu 2024," kata Febby, Kamis (14/12/2023).

1. Cuaca bisa memicu bencana hidrometeorologi di Lebak

Dok. BPBD Lebak
Dok. BPBD Lebak

Febby mengatakan, kondisi cuaca tersebut juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti: banjir, longsor, dan angin puting beliung. Apalagi, imbuh dia, ada 16 wilayah yang dinyatakan rawan longsor dan 14 wilayah rawan banjir di Lebak.

"Kita perlu memitigasi itu dan yang paling penting itu penyelamatan kotak suara. Apakah boleh dipegang, itu yang kami belum tahu.  Kami juga tidak ingin di kemudian hari jadi permasalahan," kata dia.

2. Sejumlah personel BPBD akan bersiaga di dekat TPS

Dok. PUPR Banten
Dok. PUPR Banten

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara pemilu mengenai sebaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar di beberapa titik yang dinyatakan rawan bencana bisa dilakukan antisipasi sedini mungkin.

Pihaknya, lanjut Febby, akan menyebarkan personel di dekat TPS pada daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi bencana

"Nah di daerah merah itu rencananya kita akan tempatkan personel tambahan, peralatan seperti perahu itu akan kami geser ke wilayah yang rawan banjir sehingga bisa cukup cepat jika perlu evakuasi," tandasnya.

3. Kerugian akibat bencana di Lebak mencapai Rp200 miliar

Dok. BPBD Lebak
Dok. BPBD Lebak

Sebelumnya diberitakan, BPBD Kabupaten Lebak mencatat, kerugian akibat bencana di periode Januari hingga November 2023 di wilayah Lebak mencapai Rp200 miliar.

"Hasil pencatatan kerusakan dan kerugian melalui metodologi jitu pasna (pengkajian kebutuhan paska bencana), kami mencatat kerugian sudah mencapai angka Rp200 miliar," kata Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Senin (6/12/2023).

Share Article
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal

Latest News Banten

See More

Perawat Wanita di Klinik Gigi Tangerang Ditusuk Pasiennya Sendiri

31 Mei 2026, 18:43 WIBNews