BPBD Lebak Minta Badan Geologi ESDM Teliti Pergerakan Tanah di Cihara

- BPBD Lebak meminta Badan Geologi ESDM untuk penelitian pergerakan tanah di Desa Panyauangan.
- Pergerakan tanah terjadi di dua titik, BPBD membangun posko pengungsian dan memberikan dana tunggu hunian.
- Intensitas hujan tinggi disebabkan oleh bibit Sikontropis yang menyebabkan hujan dan angin kencang di wilayah Lebak selatan.
Lebak, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mengirim surat ke Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera dilakukan penelitian terhadap fenomena pergerakan tanah di Desa Panyauangan, Kecamatan Cihara.
“Kami sudah bersurat ke Badan Geologi agar dilakukan penelitian terhadap tanah di lokasi tersebut apakah masih layak ditempati atau tidak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Rabu (11/12/2024).
1. Pergerakan tanah terjadi di dua titik

Pergerakan tanah di Desa Panyaungan terjadi di dua titik yakni di Kampung Cinanggoler Babakan Kurban dan Kampung Batu Karut.
Febby menuturkan, BPBD telah membangun posko pengungsian. Selain untuk warga terdampak pergerakan tanah, posko juga didirikan untuk tempat pengungsi ratusan warga terdampak longsor di Kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Cihara.
“Sambil menunggu hasil analisi Badan Geologi, Pemkab Lebak akan memberikan dana tunggu hunian Rp500 ribu per bulan,” kata dia.
2. BPBD mewaspadai cuaca ekstrem yang melanda

Febby menerangkan, hujan dengan intensitas cukup tinggi yang melanda Lebak dalam beberapa hari terakhir disebabkan adanya bibit Sikontropis.
“Kami menerima rilis dari BMKG mengenai dua bibit sikontropis yang mengakibatkan hujan dan angin yang cukup kencang khususnya wilayah Lebak bagian selatan,” katanya.


















