Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPBD Peringatkan Warga Lebak Waspada Bencana Hidrometeorologi
Banjir bandang di Lebak pafa awal 2020 lalu (IDN Times/Khaerul Anwar)

Lebak, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terjadinya bencana hidrometeorologi,  seiring terus berlangsungnya hujan deras diserti angin kencang dan petir.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal menjelaskan, potensi tanah longsor, banjir, dan banjir bandang tinggi di Lebak.

"Kami berharap warga yang tinggal di daerah  rawan bencana alam dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Agus, dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (7/10/2022).

1. BPBD sudah menyampaikan peringatan dini

ilustrasi musim hujan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Agus menyampaikan, peringatan dini juga sudah disampaikan ke aparatur kecamatan, kelurahan atu desa dan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan.

"Selama ini, beberapa hari terakhir di Kabupaten Lebak terjadi potensi hidrometeorologi yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir," ungkap Agus.

2. Akhir pekan ini, Lebak diprediksi hujan dengan intensitas tinggi

Ilustrasi Hujan. IDN Times/Sukma Shakti

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan wilayah Kabupaten Lebak, Jumat (7/10/2022) sore hingga malam berpotensi hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya menyosialisasikan dan edukasi pencegahan bencana alam kepada nelayan pesisir selatan, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, perbukitan dan daerah aliran sungai serta kawasan hutan.

Selain itu, lanjutnya, BPBD Lebak dan relawan melakukan pembersihan jalur-jalur evakuasi untuk persiapan penyelamatan warga apabila terjadi gelombang tinggi. 

"Kami mengoptimalkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material cukup besar," katanya menjelaskan.

3. Tenaga kebencanaan disiapkan

Dok. BPBD Lebak

Agus mengatakan, peluang bencana hidrometeorologi karena adanya peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan intensitas curah hujan meningkat.

Pengalaman bencana alam tahun 2020 di Kabupaten Lebak, 9 warga meninggal dunia dan ratusan rumah warga tersebar di enam kecamatan rusak hingga hilang diterjang banjir bandang.

Selain itu juga ribuan warga mengungsi dan puluhan infrastruktur jembatan, pendidikan, pesantren hingga tempat ibadah roboh.

Bahkan, sampai saat ini warga korban bencana alam tahun 2020 belum mendapatkan bantuan hunian tetap (huntap) dan mereka kini tinggal di hunian sementara (huntara) dengan kondisi cukup memprihatinkan.

"Kita sudah mengajukan proposal ke BNPB untuk pembangunan huntap, namun terkendala kepemilikan lahan," katanya.

Ia menyebutkan BPBD Lebak kini mempersiapkan tenaga kebencanaan, relawan juga koordinasi dengan Polri, TNI, DPUPR, PLN, Dinsos, BNPB, BPBD Provinsi Banten, Basarnas Banten.

Selain itu juga menyediakan logistik dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi selama enam bulan ke depan. "Kami memperkuat jaringan dan koordinasi untuk menangani setelah bencana agar warga korban terdampak bencana bisa ditangani dengan baik dan menerima pelayanan dasar sehingga tidak menimbulkan kelaparan dan penyakit," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article