Rumah Mewah Pabrik Etomidate di PIK Digerebek Polisi

- Polresta Bandara Soetta dan Bea Cukai menggerebek rumah mewah di PIK yang dijadikan pabrik vape etomidate, dipimpin oleh warga negara Singapura berinisial LHM alias Hayden.
- Dalam penggerebekan ditemukan ribuan cartridge siap pakai, peralatan produksi, serta cairan etomidate yang sebelumnya disamarkan dalam botol sampo asal Malaysia.
- LHM direkrut oleh sesama WN Singapura dan ditarget memproduksi 500 cartridge per hari; polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan pembuat vape etomidate ini.
Tangerang, IDN Times - Sebuah rumah mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) digerebek Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta lantaran dijadikan pabrik pengolahan vape etomidate. Pelaku yang diketahui merupakan warga negara Singapore berinisial LHM alias Hayden (34) yang berperan sebagai koki atau peracik vape haram tersebut.
Pantauan IDN Times di lokasi, rumah mewah tersebut telah dipasang garis polisi. Rumah tersebut pun terlihat layaknya tak berpenghuni. Tak terlihat barang-barang berada di dalam rumah, hanya ada satu set sofa berwarna coklat dan gorden dengan warna senada.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengungkapkan, pengungkapan tersebut berawal dari adanya barang kiriman asal Malaysia yang dicurigai oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta.
"Saat diperiksa, ternyata paket tersebut berisi cairan etomidate yang disamarkan dalam 2 botol sampo seberat bruto 2.200 gram makanya kami koordinasikan dengan Polresta Bandara Soetta," kata Hengky, Jumat (17/7/2026).
1. Polisi lantas melakukan control delivery ke penerima paket

Atas laporan dari petugas Bea Cukai tersebut, Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Wisnu Wardana menuturkan, Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta pun lantas melakukan control delivery terhadap alamat tujuan dari paket etomidate tersebut. Namun, untuk mengelabui petugas, alamat yang dicantumkan pun tidak jelas hingga akhirnya berhasil menemukan tujuan akhir di sebuah perumahan mewah di kawasan PIK.
"Saat kami lakukan penggerebekan, terdapat satu orang pria yang diketahui warga negara Singapura yang sedang memasak atau meracik etomidate," kata Wisnu.
2. Ditemukan ribuan cartridge siap pakai di rumah mewah tersebut

Dari penggerebekan tersebut, ditemukan berbagai peralatan untuk memproduksi vape etomidate seperti ribuan cartridge siap pakai, belasan botol shampo, kompor, kardus, hingga kemasan untuk membungkus cartridge yang sudah selesai diproduksi.
"Saat ini kami masih dalam pengembangan lebih lanjut," katanya.
3. LHM direkrut oleh WN Singapura juga dan ditarget memproduksi 500 cartridge per hari

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Bandara Soetta, AKP Michael Kharisma Tandayu mengungkapkan, tersangka LHM datang ke Indonesia baru pada 13 Juli 2026 lalu. Ia diketahui direkrut oleh seseorang WN Singapura yang juga telah menyewa rumah mewah tersebut.
"LHM ini datang tidak membawa etomidate, tersangka datang ke Indonesia dan sempat menginap di hotel, lalu mengecek rumah mewah ini dan kembali ke hotel, hingga akhirnya kami tangkap," jelasnya.
Michael menegaskan, adanya pengungkapan ini sebagai pencegahan vape etomidate bisa diproduksi massal dan tersebar di Indonesia hingga bisa menyelamatkan banyak generasi muda.
"Tersangka ini diminta datang ke Indonesia dan ditarget dalam jamgka waktu sehari harus membuat 500 cartridge etomidate," jelasnya.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui dalang dan pemeran lain dari penyebaran narkoba jenis baru ini.




















