Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buruh Nelayan di Binuangen Lebak Hilang Saat Melaut
IDN Times/Athif

Lebak, IDN Times - Empat orang penumpang perahu nelayan di Binuangen, Wanasallam, Kabupaten Lebak, dilaporkan hilang kontak saat melalui di perairan Banten selatan dari Sabtu (9/3/2024).

Dari keempat orang itu, tiga diantaranya merupakan buruh nelayan dan satu orang merupakan penumpang yang ikut dalam perahu tersebut.

Aisyah, istri dari Anggit (27) menyebut, bahwa suaminya pergi melaut pada Jumat (8/3/2024) sore.

"Berangkat Jumat sore. Biasanya 12 jam sudah balik," kata Aisyah, kepada IDN Times, Selasa (12/3/2024).

1. Tak ada yang membawa alat komunikasi

Sejumlah kapal nelayan terparkir saat libur melaut di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/3/2024). ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kabar hilang suaminya, ia dapat keesokan hari. Wanita 37 tahun itu pun tak bisa menghubungi orang-orang yang bersama suaminya dalam perahu tersebut lantaran tak ada satupun yang membawa alat komunikasi.

"Bapak tidak pernah bawa HP karena dia biasanya pulang cepat maksimal 12 jam gitu kan. Di laut gak sampai berhari-hari. Yang biasa bawa HP, salah satu ABK nya engga ikut melaut, karena anaknya sakit," kata Aisyah.

2. Kapal diduga terbawa arus ombak saat gelombang laut tinggi

Kapal nelayan angkut logistik Pemilu menuju KRI Teluk Wondama-527, yang berlabuh di lepas pantai Kabupaten Maluku Barat Daya.(IDN Times/ Dok)

Aisyah mengatakan, dari infromasi yang ia dapat dari rekan-rekan suaminya, perahu Anggit dan tiga rekannya terbawa arus ombak laut yang kala kejadian memang sedang tinggi.

"Cuaca lagi air laut arusnya lagi kencang ya. Itu tadinya mereka beriring-iringan dengan perahu lain. Yang lain juga pada terdampar. Terdampar ke pinggir, kalau perahu yang ditupangi oleh Pak Anggit ke arah Bayah tengah," ungkapnya.

3. Kasus sudah dilaporkan ke Polisi

IDN Times/Athif

Setelah mendapat kabar suaminya hilang kontak, ia pun bergegas melaporkan kejadian itu kepada pemilik kapal yang juga majikan suaminya. Namun ia tak mendapat respon memuaskan.

"Saya lapor RT, terus lapor ke lurah baru laporan ke Polsek. Itu pun hari minggu. Dia karyawan, disebutnya nodong," kata dia.

Aisyah berharap pihak terkait dapat membantu mencari keberadaan suaminya. "Minta bantuan, secara pribadi saya ga bisa, petugas kan punya alatnya, mohon dibantu," kata dia.

Editorial Team

Related Article