Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cegah Penyelundupan, Barantin Perketat Pengawasan di Pelabuhan Merak
Dok. Barantin
  • Barantin melakukan pengawasan ketat di Pelabuhan Merak dan Bakauheni untuk cegah penyelundupan barang ilegal menjelang Natal dan Tahun Baru
  • Pengawasan dilakukan dengan teknologi canggih, termasuk pemindaian X-ray untuk mendeteksi barang-barang ilegal dalam barang bawaan penumpang dan kendaraan
  • Selain itu, Barantin juga bekerja sama dengan ASDP dan instansi terkait lainnya serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan untuk memastikan tidak ada celah bagi penyelundupan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banten, IDN Times - Cegah penyelundupan barang ilegal, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan pengawasan ketat di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Hal tersebut juga sebagai antisipasi menjelang ramainya periode Natal dan Tahun Baru.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M Panggabean, memastikan seluruh fasilitas karantina yang ada di kedua pelabuhan ini, termasuk petugas dan peralatan deteksi.

"Untuk mencegah masuknya komoditas yang bisa merusak ketahanan pangan, serta ekosistem yang ada di Indonesia," kata Sahat, Rabu (11/12/2024). Komoditas itu juga termasuk hewan, ikan, dan tumbuhan, maupun produk pangan yang dapat membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

1. Sejumlah teknologi canggih disiapkan

Dok. Barantin

Untuk memitigasi peningkatan arus lalulintas, Barantin telah menyiapkan sejumlah langkah strategis di kedua pelabuhan tersebut. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih, termasuk pemindaian X-ray untuk mendeteksi barang-barang ilegal yang terbungkus rapat dalam barang bawaan penumpang dan kendaraan. 

"Petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap truk pengangkut barang yang memasuki pelabuhan,"ungkapnya.

2. Lonjakan penumpang diprediksi 3 juta orang

Dok. Barantin

Sahat menjelaskan, diperkirakan, arus penumpang dan barang melalui Pelabuhan Merak dan Bakauheni akan meningkat pesat menjelang libur Nataru. Berdasarkan data dari PT. ASDP Indonesia Ferry, volume penumpang di kedua pelabuhan tersebut diprediksi mencapai lebih dari 3 juta orang selama periode Nataru tahun ini. 

"Volume barang, terutama kendaraan pribadi dan truk pengangkut barang, juga diperkirakan mengalami lonjakan signifikan," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Sahat menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan di pelabuhan. 

"Kami mengerahkan seluruh potensi yang ada, termasuk meningkatkan jumlah petugas yang siap siaga 24 jam untuk memeriksa barang yang dibawa oleh penumpang atau pengusaha," tegasnya.

3. Sebanyak 58 kasus penyelundupan digagalkan sepanjang tahun 2024

Dok. Barantin

Berdasarkan data dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, sepanjang tahun 2024 ini telah terjadi upaya penyelundupan komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan sebanyak 58 kasus yang berhasil digagalkan. 

Sementara itu, data dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung terdapat 47 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan. 

“Keamanan pangan sangat penting, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Penyebaran penyakit pada komoditas yang dibawa tanpa pemeriksaan karantina dapat menyebabkan kerugian besar,” tegasnya.

4. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif melapor jika ada aktivitas yang mencurigakan

Dok. Barantin

Selain itu, Barantin juga bekerja sama dengan ASDP dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa tidak ada celah bagi penyelundupan.  “Kami juga melibatkan masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan, dengan melaporkan apabila ada indikasi kegiatan ilegal,” tambah Sahat.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan layanan informasi kepada masyarakat, khususnya para pengusaha barang dan penumpang yang membawa barang lintas provinsi, untuk memahami pentingnya persyaratan karantina. 

"Melalui pendekatan ini, diharapkan para pelaku usaha dan masyarakat dapat lebih patuh terhadap ketentuan yang berlaku dan mencegah terjadinya penyelundupan," tuturnya.

Meski pengawasan telah diperketat, tantangan dalam mengawasi arus barang yang sangat besar selama musim libur Nataru. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masih adanya modus baru dalam penyelundupan barang, yang memanfaatkan kelonggaran dalam pemeriksaan atau pengiriman barang melalui jalur transportasi darat.

“Kami berharap dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya karantina dalam melindungi negeri ini dari ancaman penyakit dan hama, sekaligus menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi para pelancong yang ingin merayakan liburan akhir tahun dengan tenang,” kata dia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article