Foto hanya ilustrasi. (ANTARA Foto/M Ayudha)
Jika pementasan digelar secara virtual, menurutnya, itu pun tidak terlalu efektif karena ongkos produksi tidak bisa tertutup. Di sisi lain, masyarakat khususnya di Banten masih belum terbiasa menyaksikan pamentasan secara virtual dengan penggunaan tiket.
Karya dari para seniman tidak bisa terjual membuat urusan domestik menjadi terdampak. Sementara, sokongan ekonomi tidak tersedia dengan baik sehingga hampir seluruh ekonomi seniman menjadi terdampak termasuk keluarga. Sayangnya kata dia, setelah karya diapresiasi atau dinikmati masyarakat, senimannya terlupakan.
"Di kita kan tidak sama dengan di Jawa Tengah dengan apa yang dilakukan oleh Ganjar (Gubernur Jawa Tengah). Dia mengundang seniman untuk tampil di rumah dinas dan masyarakat cukup menyaksikan di rumah," katanya.