Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Delegasi Kamboja Belajar Sistem Karantina Modern di Barantin Bandara Soetta

Delegasi Kamboja Belajar Sistem Karantina Modern di Barantin Bandara Soetta
Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Delegasi Kamboja mempelajari sistem karantina modern di Karantina Banten, termasuk penerapan e-Phyto yang meningkatkan efisiensi dan keamanan sertifikasi ekspor-impor.
  • Kunjungan juga mencakup pengamatan langsung tindakan karantina seperti penggunaan X-Ray mobile dan fasilitas laboratorium untuk mendeteksi organisme pengganggu tumbuhan.
  • Sinergi antara Karantina dan Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta diapresiasi karena memperlancar proses perizinan serta menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem karantina di Kamboja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - General Directorate for Agronomy (GDA), Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Kamboja mempelajari sistem karantina modern yang diterapkan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) Bandara Soekarno-Hatta.

Delegasi GDA–MAFF Kamboja hadir untuk melihat langsung penerapan sistem sertifikasi fitosanitari elektronik (e-Phyto) yang diimplementasikan oleh Barantin. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta keamanan dalam proses sertifikasi komoditas ekspor dan impor.

“Pertukaran pengetahuan ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas layanan karantina yang modern, transparan, dan terintegrasi,” ujar Kepala Karantina Banten, Duma Sari, Kamis (9/4/2026).

1. Delegasi Kamboja lihat sistem percepatan proses perizinan ekspor-impor

Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin
Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain e-Phyto, delegasi juga mempelajari implementasi National Logistics Ecosystem melalui sistem Indonesia National Single Window (LNSW) yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait. Sistem ini berperan penting dalam mempercepat proses perizinan dan kelancaran logistik nasional.

"Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan internasional terhadap sistem karantina Indonesia yang terus berkembang dan adaptif terhadap teknologi," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Barantin berkomitmen memperluas jejaring kerja sama global serta mendorong terwujudnya sistem perkarantinaan yang harmonis antarnegara. "Guna menjamin keamanan hayati dan mendukung kelancaran perdagangan internasional," jelasnya.

2. Delegasi Kamboja juga melihat tindakan karantina di Indonesia

Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin
Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga melihat berbagai tindakan karantina yang dilakukan petugas termasuk penggunaan X-Ray mobile untuk pemeriksaan media pembawa serta fasilitas laboratorium tumbuhan yang mendukung pengujian dan analisis organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Deputy Director of Plant Protection Sanitary and Phytosanitary Department, GDA–MAFF Kamboja, Heng Chhun Hy, menyampaikan apresiasi atas kesempatan tersebut. Ia menyebutkan kunjungan merupakan bagian rangkaian pembelajaran selama dua hari di kantor pusat Barantin dan dilanjutkan di Banten.

“Kami memperoleh banyak pengetahuan, mulai dari sistem hingga implementasi di lapangan,” ungkapnya.

3. Sinergi antar stakeholder disebut jadi hal positif untuk proses ekspor-impor

Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin
Delegasi Kamboja belajar soal sistem modern di Barantin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ia juga menilai sinergi antara Karantina dengan Bea dan Cukai di Bandara Soekarno-Hatta berjalan sangat baik dan memudahkan eksportir serta importir dalam memenuhi persyaratan lalu lintas komoditas.

"Ini menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan sistem karantina di Kamboja," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Banten

See More