Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diduga Kelelahan, Warga Pamulang Meninggal Usai Antre LPG 3 Kg
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Warga Kampung Ciledug, Tangerang Selatan meninggal setelah mengantre membeli LPG 3 kg untuk berjualan nasi uduk
  • Korban Yonih binti Saman (68) pingsan setelah pulang dari agen gas dengan 2 tabung LPG 3 kg dan diduga kelelahan
  • Dedi, kerabat korban, menyebut bahwa warga sekitar sudah kelabakan mencari gas subsidi sejak pagi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Warga Kampung Ciledug, Jalan Beringin, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan meninggal dunia. Dia diduga kelelahan usai mengantre untuk membeli LPG 3 kilogram (kg), Senin (3/2/2025).

Korban yang bernama Yonih binti Saman (68) tersebut mendadak tidak sadarkan diri usai pulang mengantre.

Dedi, kerabat korban mengungkapkan, korban pergi dengan berjalan kaki ke lokasi agen gas berjarak 300 meter dari kediamannya. Padahal, Yonih sebelumnya, juga mempersiapkan dagangan nasi uduknya.

"Intinya kecapean. Pagi udah dagang nasi uduk, di sini ada warkop, abis antre puyeng, jatuh (pingsan)," kata Dedi.

1. Korban pergi dengan menenteng 2 tabung gas

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Dedi mengungkapkan, korban pergi ke agen gas dengan menenteng 2 tabung LPG 3 kg. Ia pun, telah berada di agen gas sejak pukul 11.00 WIB. 

"Jam 12 siang, udah dapat gasnya," jelasnya.

2. Korban diduga kelelahan karena kontur jalan menanjak

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Yonih, diduga kelelahan usai menenteng tabung gas 3 kg yang masih penuh dengan berjalan kaki dan melewati tanjakan untuk menuju ke rumahnya dengan jarak 300 meter. Pasalnya, Yonih mendadak pingsan saat tengah menenteng 2 tabung gas tersebut.

"Jatuhnya bukan saat lagi antre, tapi udah d jalan, lalu saya dapat kabar udah meninggal dunia," tuturnya.

3. Warga sekitar memang kesulitan mendapatkan gas 3 kg

Gas LPG 3kg di Agen Gas Way Dadi Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Dedi mengungkapkan, warga sekitar memang sejak pagi sudah kelabakan mencari gas tabung 3 kg. Apalagi, korban yang merupakan pedagang memang membutuhkan gas subsidi tersebut.

"Memang saya jam 10 pagi ngobrol sama beliau soal gas, beliau bilang nanti ada di Haji Bahrudin (agen gas setempat), lalu saya tinggal untuk keliling nyari agen lain, ternyata dapat kabar meninggal," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article