Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dinkes Catat Kasus TBC di Banten Capai 5 Ribu Orang

Kota Serang
Dinkes Catat Kasus TBC di Banten Capai 5 Ribu Orang
ilustrasi rontgen dada pasien TBC (freepik.com/freepik)
Share Article

Serang, IDN Times - Jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten mencapai 5 ribu atau 39 persen dari target 14 ribu kasus yang harus ditemukan di tanah Jawara. Hal itu berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Banten.

"Harus dilakukan bagaimana menemukan kasus sebanyak-banyaknya," kata Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, Senin (10/6/2024).

  1. 1. Mereka yang terdeteksi kena TBC, akan langsung diobati

    IDN Times/Khaerul Anwar
    IDN Times/Khaerul Anwar

    Ati mengatakan, identifikasi itu dilakukan bertujuan untuk melakukan pengobatan secara intensif terhadap penderita TBC tersbut. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk menekan angka penularan.

    "Biar mereka minum obat karena tidak boleh putus, makanya punya tenaga pendamping, dari kader, petugas mengingatkan, minum obat," katanya.

  2. 2. Skrining TBC ada di setiap layanan kesehatan

    Suasana pelayanan pasien demensia Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. IDN Times/Faiz Nashrillah
    Suasana pelayanan pasien demensia Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. IDN Times/Faiz Nashrillah

    Ati mengatakan, Pemprov Banten telah membuat tim percepatan penanganan TBC, melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain pengobatan, mereka juga melakukan langkah preventif.

    "Skrining anak di semua rumah sakit dan puskesmas, jadi banyak sudah mengakses layanan agar mereka mau deteksi dini," katanya.

  3. 3. Jika tak diobati, tingkat kematian pasien dengan TBC tinggi loh

    ilustrasi rontgen dada pasien TBC (freepik.com/freepik)
    ilustrasi rontgen dada pasien TBC (freepik.com/freepik)

    Ati menjelaskan, jika ditangani dengan cepat bisa dapat menimbulkan risiko dengan tinggi. Sebab, TBC termasuk penyakit menular yang bisa yang tingkat kematiannya sangat tinggi.

    "Pengobatan dari 6 bulan itu, dua bulan pertama tidak menularkan karena minum obat tapi belum sembuh, selanjutnya baru sembuh," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More