Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fasilitas Tenaga Surya Rusak, Listrik Jadi Barang Langka di Pulau Tunda

Fasilitas Tenaga Surya Rusak, Listrik Jadi Barang Langka di Pulau Tunda
Gerbang permukiman pulau tunda (Dok. Warga Fungky)
Intinya Sih
  • Warga Pulau Tunda mendesak pemerintah memperbaiki fasilitas tenaga surya yang rusak agar pasokan listrik bisa stabil dan menyala 24 jam penuh.
  • Saat ini warga masih bergantung pada PLTD berbahan bakar solar yang sering bermasalah, menyebabkan listrik padam dan gangguan sinyal komunikasi.
  • Dua fasilitas tenaga surya di pulau itu terbengkalai karena kerusakan baterai dan instalasi, sementara minimnya tenaga teknis memperparah kondisi kelistrikan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Warga Pulau Tunda, Kabupaten Serang, mendesak pemerintah segera memperbaiki fasilitas tenaga surya yang sudah lama tidak berfungsi agar pasokan listrik di wilayah tersebut kembali stabil selama 24 jam.

Warga Pulau Tunda, Mamat (43), mengatakan panel tenaga surya di pulau itu sebenarnya masih dalam kondisi baik. Namun, kerusakan pada baterai dan instalasi membuat fasilitas tersebut tidak lagi bisa digunakan.

“Tenaga suryanya sebenarnya masih bagus, cuma baterai dan instalasinya yang rusak. Kalau diperbaiki, listrik bisa nyala lagi,” ujar Mamat, Minggu (10/5/2026).

1. Saat ini kebutuhan listrik warga bergantung PLTD

Dua unit mesin PLTD Tagulandang yang diangkut Kapal LCT Bora V dari Bitung ke Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. IDNTimes.Istimewa
Dua unit mesin PLTD Tagulandang yang diangkut Kapal LCT Bora V dari Bitung ke Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. IDNTimes.Istimewa

Saat ini, kebutuhan listrik warga masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar solar. Kondisi itu membuat pasokan listrik sering tidak stabil akibat keterbatasan bahan bakar dan gangguan mesin.

“Kalau listrik mati, tower juga ikut mati. Warga jadi susah sinyal dan internet,” katanya.

2. Warga rela bayar Rp15 ribu per malam meski listrik kerap padam

Pulau Tunda, Serang (ANTARAnews)
Pulau Tunda, Serang (ANTARAnews)

Mamat menjelaskan, dalam kondisi normal listrik biasanya menyala mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Namun dalam beberapa waktu terakhir, jadwal penerangan sering berubah karena mesin mengalami gangguan dan stok solar terbatas.

“Kadang baru jam 11 malam sudah mati. Pernah juga habis magrib nyala sebentar lalu mati lagi karena trouble,” ucapnya.

Meski begitu, warga tetap rutin membayar iuran listrik harian yang nominalnya berkisar antara Rp5.500 hingga Rp15 ribu per malam, tergantung penggunaan alat elektronik di masing-masing rumah.

Menurut Mamat, warga tidak keberatan membayar iuran selama pengelolaannya digunakan untuk kebutuhan operasional dan perawatan fasilitas listrik.

“Warga antusias bayar iuran listrik. Yang penting iurannya dipakai untuk perawatan dan kebutuhan listrik,” katanya.

3. Ada 2 fasilitas tenaga surya, namun terbengkalai karena tak kunjung diperbaiki

Pulau Tunda, Banten (instagram.com/andrikilua)
Pulau Tunda, Banten (instagram.com/andrikilua)

Ia menyebut di Pulau Tunda terdapat dua titik fasilitas tenaga surya yang sebelumnya pernah digunakan masyarakat. Jika diperbaiki dan diaktifkan kembali, warga yakin pasokan listrik bisa lebih stabil.

“Kalau yang dekat makam dan di belakang taman wisata diaktifkan lagi dengan cara diperbaiki baterai dan instalasinya, Insyaallah listrik bisa menyala 24 jam dan masyarakat tidak perlu kesulitan lagi,” ungkapnya.

Selain persoalan fasilitas, warga juga menyoroti minimnya tenaga teknis yang memahami pengelolaan sistem kelistrikan. Akibatnya, kerusakan kecil sering berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memberi perhatian serius terhadap persoalan listrik di Pulau Tunda agar aktivitas masyarakat, pendidikan, hingga komunikasi tidak terus terganggu akibat pemadaman listrik.

“Kami juga punya masalah krusial dalam pengelolaannya yaitu tenaga teknis perawatan yang bukan ahli. Pengurus tahu nyalakan dan matikan mesin. Jadi kalau ada kerusakan sedikit akhirnya merambat,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More