H-5 Lebaran, Pergerakan Penumpang Bandara Soetta Capai 159.303 Orang

- Bandara Soekarno-Hatta mencatat 159.303 penumpang H-5 lebaran, didominasi penerbangan domestik.
- Terminal 1 memiliki pergerakan penumpang terbanyak, sedangkan AirNav Indonesia memproyeksikan kenaikan 5 persen pada pergerakan udara periode mudik lebaran 2025 dibandingkan dengan 2024.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 26 Maret dan puncak arus balik di tanggal 6 April, AirNav Indonesia telah mengadakan pertemuan untuk mengantisipasi lonjakan.
Tangerang, IDN Times - Pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mencapai 159.303 orang pada H-5 lebaran, Rabu (26/3/2025). Pergerakan penumpang tersebut, didominasi oleh penerbangan domestik, yakni sebanyak 116.699 pergerakan penumpang.
"Terbanyak, masih di Terminal 1, yakni 45.095 pergerakan penumpang," kata Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi.
1. Terdapat 38.296 pergerakan penumpang domestik di Terminal 2

Sementara itu, untuk di Terminal 2 terdapat 38.296 pergerakan penumpang domestik dan 15.519 pergerakan penumpang internasional. Sedangkan, untuk jumlah penerbangan yakni 264 pergerakan pesawat domestik dan 112 pergerakan pesawat internasional.
"Untuk di Terminal 3 domestik ada 33.308 pergerakan penumpang dan internasional ada 27.085 pergerakan penumpang," ungkapnya.
2. Pergerakan lalu lintas udara meningkat sebesar 5 persen

Sementara itu, AirNav Indonesia memproyeksikan kenaikan sebesar 5 persen pada pergerakan lalu lintas angkutan udara saat periode mudik lebaran 2025, dibandingkan dengan pergerakan lalu lintas angkutan udara saat periode mudik lebaran 2024 lalu.
"Puncaknya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 26 Maret untuk arus mudik dan puncak arus balik di tanggal 6 April," kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno.
3. AirNav juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder lain

Avi menambahkan, periode posko angkutan lebaran akan diselenggarakan tanggal 21 Maret – 11 April 2025, untuk mengantisipasi lonjakan ini, AirNav Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan regulator Kementerian Perhubungan, dan komunitas penerbangan diantaranya Otoritas Bandar, Maskapai, Operator Bandara, BMKG dan instansi terkait lainnya.
“Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan, efisiensi operasional, dan inovasi layanan navigasi udara selama musim mudik," tegasnya.



















