Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana mengklaim, masyarakat di Pesisir Banten sudah memiliki pengalaman dalam mitigasi bencana tsunami setelah tragedi pada akhir 2018 lalu.
Dengan modal pengalaman tersebut, masyarakat dianggap memiliki kemampuan melakukan mitigasi secara mandiri. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana tsunami dan tata cara mitigasi saat terjadi bencana.
"Sebetulnya pengalaman dari yang kemarin walaupun itu tsunami yang diakibatkan longsoran Gunung Anak Krakatau, tapi menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dengan ada pemodelan (riset) yang dilakukan ITB,"kata Nana saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).