Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Lingkungan Hidup, Ratusan Aktivis Gelar Aksi di TPA Cipeucang
Dok. Banksasuci

Tangerang, IDN Times - Bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia 5 Juni 2020, ratusan aktivis dan pegiat lingkungan hidup gelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane yang dimulai dari Posko Banksasuci Kota Tangerang. Aksi ini berakhir di lokasi longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (5/6).

Aksi yang bertema "Clean Up Cisadane" tersebut menuntut agar para pihak yang bertanggung jawab untuk segera melakukan Normalisasi Sungai Cisadane secara menyeluruh.

1. Sampah masih menumpuk di dasar permukaan sungai

IDN Times/Muhamad Iqbal

Koordinator Aksi sekaligus Direktur Banksasuci Ade Yunus mengatakan, dalam aksi ini pihaknya masih menemukan tumpukan sampah dari longsoran TPA Cipeucang yang masih menumpuk di dasar Sungai Cisadane.

"Yang dibersihkan hanya bagian permukaannya saja. Tadi kita turun, ternyata Masih banyak sampah terpendam di bawah sungai," kata dia.

Untuk itu, Ade Yunus meminta agar sampah di dasar sungai itu juga turut dikeruk karena akan mencemari sungai lebih lanjut. 

2. Pemkot diminta percepat recovery Sungai Cisadane

TPA Cipeucang (Google Earth)

Ade meminta agar Pemerintah kota Tangerang Selatan dan kontraktor pembangunan sheet pile untuk segera mempercepat recovery Sungai Cisadane.

"Kondisi Sungai Cisadane sudah mengkhawatirkan, jadi kita minta untuk mempercepat recovery dan normalisasi 'Clean Up' Cisadane, " kata Ade.

3. Kelalaian yang akibatkan jebolnya sheet pile TPA Cipeucang harus diproses hukum

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Banksasuci menilai, ada indikasi kelalaian yang mengakibatkan jebolnya sheet pile TPA Cipeucang hingga gunung sampah masuk Sungai Cisadane. Padahal, imbuhnya, sungai itu menjadi sumber air baku bagi masyarakat Tangerang Raya. 

Untuk itu, Ade mendesak agar kasus ini diproses secara hukum. "Kita serahkan dan percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan Kementerian terkait, yang pasti harus ada yang bertanggung jawab," kata Ade.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Yepi Suherman mengakui adanya peningkatan aroma tak sedap dari TPA Cipeucang dalam beberapa hari ini. 

Mencuatnya aroma busuk dari TPA Cipeucang ini, diakuinya akibat proses penyemprotan cairan pengurai sampah dan bau sampah yang dilakukan pihak ketiga. 

"Memang benar, itu dari proses penyemprotan cairan penghilang bau dan pengurai sampah. Karena itu bukan cairan kimia, itu dari mikrobiologi yang bisa mengurai sampah organik," kata Yepi, Selasa (2/6).

Editorial Team

Related Article