Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hasil Uji Lab DLH: Air Sungai Jaletreng Sempat Tercemar Usai Kebakaran

Hasil Uji Lab DLH: Air Sungai Jaletreng Sempat Tercemar Usai Kebakaran
Belasan Ton Pestisida Terbakar di Gudang BSD, Cemari Sungai Cisadane (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih

  • Hasil uji DLH Tangsel menunjukkan air Sungai Jaletreng sempat tercemar usai kebakaran gudang pestisida, dengan pH rendah serta lonjakan BOD, COD, dan TSS.
  • Pencemaran diduga berasal dari limpasan air pemadaman yang membawa residu pestisida, namun kualitas air berangsur membaik setelah dilakukan penanganan menggunakan arang aktif, karbon, dan ecoenzym.
  • Uji udara dan tingkat kebauan di sekitar lokasi menunjukkan hasil di bawah baku mutu lingkungan, tanpa indikasi pencemaran udara signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang Selatan, IDN Times — Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menunjukkan kualitas air Sungai Jaletreng sempat mengalami penurunan signifikan pasca kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan Setu.

Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah mengatakan, perubahan kualitas air terdeteksi dari hasil pengujian sampel yang diambil pada 9, 10, dan 12 Februari 2026.

“Beberapa parameter kualitas air menunjukkan pH sangat rendah atau bersifat asam dibandingkan baku mutu, kemudian terjadi peningkatan signifikan pada BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand), serta peningkatan nilai TSS (Total Suspended Solids),” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, lonjakan parameter tersebut mengindikasikan adanya beban pencemar yang masuk ke badan air dalam waktu singkat.

1. Kualitas air diklaim berangsur membaik

Kali di Serpong Memutih Usai Kebakaran Gudang Pestisida (Dok. IDN Times/warga)
Kali di Serpong Memutih Usai Kebakaran Gudang Pestisida (Dok. IDN Times/warga)

DLH menduga pencemaran berasal dari limpasan air pemadaman kebakaran yang membawa residu bahan kimia pestisida ke aliran sungai. “Perubahan kualitas air yang terjadi bersifat episodik dan temporer, yang diduga berkaitan dengan masuknya residu pestisida bersama air pemadaman kebakaran,” jelas Bani.

Meski sempat tercemar, hasil uji lanjutan menunjukkan kondisi air mulai membaik. Pada pengambilan sampel berikutnya, konsentrasi parameter pencemar terpantau menurun. “Seiring waktu, kualitas air menunjukkan kecenderungan membaik,” katanya.

DLH juga mencatat, konsentrasi pencemar tertinggi berada di Sungai Jaletreng, lalu menurun ke arah hilir hingga Sungai Cisadane akibat proses pengenceran alami.

Sebagai upaya percepatan pemulihan, DLH melakukan penanganan dengan menebarkan material seperti arang aktif, karbon, dan ecoenzym ke badan sungai. “Material tersebut memiliki sifat adsorptif dan biodegradatif yang dapat membantu menurunkan konsentrasi senyawa kimia organik di badan air,” ujarnya.

2. Udara dan bau masih di bawah baku mutu

Gudang Pestisida di BSD Tangsel Terbakar, Asap Menyengat Sulit Padam (Dok. Damkar Tangsel)
Gudang Pestisida di BSD Tangsel Terbakar, Asap Menyengat Sulit Padam (Dok. Damkar Tangsel)

Selain air, DLH juga melakukan uji laboratorium terhadap kualitas udara ambien dan tingkat kebauan di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, seluruh parameter masih berada di bawah baku mutu lingkungan dan tidak ditemukan pencemaran udara yang signifikan.

“Tidak terdeteksi adanya gangguan bau yang signifikan pada saat pemantauan dilakukan,” kata Bani.

DLH menegaskan, pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan di wilayah Kota Tangerang Selatan tetap aman pascakejadian.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More