Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

HPN 2026 Jadi Momentum Persatuan Insan Pers Usai Gejolak Internal

Menkomdigi Meutya Hafid di HPN 2026 Banten (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Menkomdigi Meutya Hafid di HPN 2026 Banten (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya sih...
  • Dualisme di PWI adalah bagian dari disrupsi internal yang dialami industri media secara global.
  • Meutya Hafid berharap HPN 2026 menjadi momentum konsolidasi insan pers agar lebih solid dalam menghadapi tantangan ke depan.
  • Dualisme di PWI telah berakhir secara resmi setelah kedua kubu yang berseteru sepakat untuk melakukan rekonsiliasi melalui Kongres Persatuan PWI pada Agustus 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, menyinggung dinamika internal insan pers, termasuk perpecahan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tahun lalu, dalam sambutannya di Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

Meutya mengatakan, pelaksanaan HPN tahun ini terasa lebih meriah karena menjadi momentum berkumpulnya kembali insan pers setelah dua tahun terakhir diwarnai gejolak internal.

“Dan memang Pak Sekda meskipun Pak Gubernur mungkin kaget ya karena oh ternyata kalau HPN menjadi tuan rumah HPN ini seperti ini, nah disyukurilah karena ini memang setelah 2 tahun setelah kemarin atau minggu ini kita berkumpul semua kembali sehingga lebih meriah karena mungkin banyaknya lebih kangen gitu ya karena gejolak jadi di 2025,” ujar Meutya.

1. Dualisme disebut bagian dari disrupsi

Ketua Dewan Pers: Disrupsi Digital Justru Momentum Media Berbenah
Momen HPN 2026 Banten, Ketua Dewan Pers: Disrupsi Digital Justru Momentum Media Berbenah (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Ia menegaskan, dinamika tersebut tidak perlu terus disesali dan justru harus dilihat sebagai bagian dari proses disrupsi yang juga dialami industri media secara global.

“Tapi kita tidak berkaca ke belakang, tadi Pak Ketua Dewan Pers menyampaikan itu kita anggap sebagai bagian dari disrupsi internal. Ada disrupsi teknologi, ada disrupsi internal tapi tadi Pak Ketua Dewan Pers mengatakan disrupsi itu kalau kita kreatif, kalau kita bersatu insyaallah akan mempercepat perjalanan kita,” katanya.

Meutya berharap, Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum konsolidasi insan pers agar lebih solid dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkuat peran pers di tengah perubahan zaman.

2. Dualisme PWI telah berakhir

Ketum PWI Zulmansyah Sekedang (ANTARA/Walda Marison)
Ketum PWI Zulmansyah Sekedang (ANTARA/Walda Marison)

Untuk diketahui, dualisme di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berlangsung sejak pertengahan 2024. Dualisme dinyatakan telah berakhir secara resmi pada September 2025 setelah kedua kubu yang berseteru kubu Hendry Ch Bangun dan kubu Zulmansyah Sekedang sepakat untuk melakukan rekonsiliasi melalui Kongres Persatuan PWI yang digelar pada Agustus 2025. 

Hasil dari kongres tersebut menetapkan Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

HPN 2026: Pers Harus Akurat di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI

08 Feb 2026, 16:35 WIBNews