Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinkes Tangsel Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah, Warga Harap Tenang

ilustrasi penelitian virus nipah
ilustrasi penelitian virus nipah (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, sekitar 40-75 persen. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, batuk, sesak napas, muntah, kejang, penurunan kesadaran, hingga gangguan saraf.
  • Dinkes Tangsel menyiapkan fasilitas layanan kesehatan untuk penanganan awal kasus suspek. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  • Dinkes juga mengimbau agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI tentang kewaspadaan penyakit tersebut pada akhir Januari 2026.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai reservoir alami. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung, perantara hewan seperti babi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak erat antar manusia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Tangsel. Meski begitu, pihaknya tetap meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respons untuk mendeteksi gejala suspek sejak awal.

“Per 3 Februari 2026, belum ada laporan kasus Virus Nipah di Tangerang Selatan. Namun, kami terus memperkuat pemantauan terhadap kasus infeksi saluran pernapasan, pneumonia, hingga gangguan saraf yang berpotensi terkait,” ujar Allin dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

1. Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi

ilustrasi diagnosis virus Nipah
ilustrasi diagnosis virus Nipah (pexels.com/Artem Podrez)

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian cukup tinggi, yakni sekitar 40–75 persen. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, batuk, sesak napas, muntah, kejang, penurunan kesadaran, hingga gangguan saraf. Masa inkubasinya berkisar 3–14 hari, bahkan dapat mencapai 45 hari dalam kasus tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tangsel menyiapkan fasilitas layanan kesehatan untuk penanganan awal kasus suspek, termasuk penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi, penggunaan alat pelindung diri, serta penyediaan ruang isolasi sementara. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging.

2. Dinkes Tangsel minta warga tetap tenang

ilustrasi penelitian virus nipah
ilustrasi penelitian virus nipah (freepik.com/prostooleh)

Dinkes juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, menghindari konsumsi nira mentah, serta menghindari kontak dengan hewan berisiko.

“Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah. Kami juga mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tutup Allin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Banten

See More

Tempat Hiburan di Tangsel Tutup Selama Ramadan, Ini Aturannya

06 Feb 2026, 19:05 WIBNews