Kolaborasi Jakarta–Banten Disiapkan, dari MRT hingga Solusi Banjir

- Kolaborasi Jakarta-Banten meliputi pengembangan transportasi massal dan penanganan banjir
- Penandatanganan MoU antara PT MRT Jakarta dan pengembang perumahan terkait studi potensi MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 rute Kembangan-Balaraja
- Rencana kolaborasi termasuk pengembangan Bendungan Polor sebagai infrastruktur pengendali banjir dan solusi macet di wilayah
Tangerang, IDN Times — Pemerintah Provinsi Jakarta dan Banten memperkuat kolaborasi lintas wilayah melalui pengembangan transportasi massal hingga penanganan banjir. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan sejumlah pengembang perumahan terkait studi potensi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerja sama ini tak hanya menyasar integrasi transportasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pengendalian banjir di wilayah Jakarta dan Banten.
“Inilah hubungan simbiosis mutualisme yang saya diskusikan dengan Gubernur Banten. Tidak hanya integrasi transportasi massal saja, tapi persoalan banjir juga bisa kita solusikan bersama,” kata Pramono, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, salah satu rencana yang tengah dibahas adalah pengembangan Bendungan Polor di perbatasan Jakarta dan Banten agar berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir sekaligus sumber air bersih bagi warga sekitar.
1. Kolaborasi ini disambut baik Sachrudin

Wali Kota Tangerang, Sachrudin hadir mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Pramono dalam acara tersebut. Sachrudin menegaskan, komitmen Pemkot Tangerang agar proyek strategis nasional ini memberi dampak positif bagi wilayah yang akan dilintasi jalur MRT.
"Ini menjadi langkah besar bagi pemerintah daerah, khususnya Kota Tangerang dan Banten," kata Sachrudin.
2. Jadi solusi macet dan banjir di wilayah

Menurutnya, kerja sama lintas daerah ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus menjadi model solusi bersama dalam penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air.
“Kami optimistis kerja sama ini bisa membawa dampak positif dan kemajuan bagi wilayah,” ujarnya.


















