Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hujan Lebat, Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jebol
Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca ekstrem (dok. Threads.com/r.grnda_)
  • Hujan lebat di Tangerang menyebabkan atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol di area Gate 7 pada Senin siang, namun tidak ada korban dilaporkan.
  • Pihak bandara segera menangani insiden dengan pembersihan dan pembatasan area terdampak, memastikan kondisi kembali kondusif serta operasional tetap berjalan normal.
  • Cuaca ekstrem juga mengganggu penerbangan dengan 12 penerbangan dialihkan, 14 holding, 13 go around, dan satu kembali ke apron demi menjaga keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tangerang dan sekitarnya membuat atap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol pada Senin (6/4/2025). Peristiwa tersebut sempat diunggah oleh salah satu calon penumpang di akun media sosial Threads @r.grnda_.

Dalam unggahan tersebut memuat video berisi atap Terminal 3 yang mengeluarkan air, lalu tiba-tiba seluruh panel atap jebol dan air langsung jatuh ke lantai dalam jumlah cukup banyak.

"Kejadian di gate 7 jam 13.40, di bawah banyak orang lumayan banyak alhamdulillah masih sempat pada lari, kebetulan mau boarding ke Singapore pas nunggu di gate 7," ujarnya.

1. Pengelola bandara membenarkan peristiwa tersebut

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca ekstrem (dok. Threads.com/r.grnda_)

Saat dikonfirmasi, Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, cuaca ekstrem berdampak adanya gangguan di satu titik atap area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3.

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit," kata Yudis.

2. Yudis memastikan petugas telah melakukan penanganan

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca ekstrem (dok. Threads.com/r.grnda_)

Yudis memastikan, petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan.

"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar,” ujar Yudis.

Personel bandara selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan, sehingga ketika melihat adanya kemungkinan gangguan maka area sekitar akan disterilisasi dari penumpang pesawat dan pekerja di bandara.

"untuk meminimalisir dampak yang ada," tuturnya.

3. Cuaca ekstrem juga menyebabkan pesawat go around

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca ekstrem (dok. Threads.com/r.grnda_)

Selain atap bangunan jebol, hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai potensi windshear pada siang hari ini di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga berdampak pada sejumlah pergerakan penerbangan, khususnya pada fase pendaratan.

Memperhatikan faktor keselamatan menyusul curah hujan intensitas tinggi, berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).

"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," jelasnya.

Yudis memastikan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh stakeholder terkait guna memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif.

"Di sisi lain, seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara.

"Serta datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca," pungkasnya.

Editorial Team