Ilustrasi kekerasan terhadap anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Atas dasar itu, A bersama tetangga lainnya yang merupakan kuli bangunan, kemudian membongkar pintu kontrakan tersebut. Warga langsung memberikan makan ke korban.
“Setelah beberapa jam kemudian ibunya pulang kerja, anak itu disiksa,” kata A.
Keesokkan harinya, A melihat sendiri kondisi korban IR yang cukup menyedihkan. Menurut dia, muka IR babak belur, bibir pecah, keningnya biru. Bahkan saat ditanya, korban seperti orang ketakutan.
“Saya tanya kenapa, dia jawab 'saya disiksa mami tadi malam, saya dicubit mami, ditendang mami, dijedotin mami ke lantai',” kata A.
Mendengar pengakuan IR, A bersama kuli bangunan mendatangi RE (38).
“Si tukang bangunan itu juga gak terima, nyamperin 'bu kalau mau marahin anak jangan di depan orang, itu anak si teteh masih kecil di bawah umur, kalau mau disiksa jangan di depan anak kecil', sama aja nyontohin kan ya. Si ibunya itu marah ke si tukang, 'Ini bukan urusan elu' kata dia,” kata A menirukan percakapan tersebut.