Serang, IDN Times - Realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp142,19 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menempatkan Banten di posisi lima besar nasional dalam realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, mengatakan PMDN menjadi penopang utama pertumbuhan investasi dengan nilai mencapai Rp42,21 triliun atau 64 persen dari total realisasi investasi. Angka tersebut meningkat 19,55 persen secara tahunan. Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp24,05 triliun atau 36 persen dari total investasi.
"Untuk realisasi semester I ini, Provinsi Banten berada di posisi lima terbesar secara nasional," kata Virgojanti saat merilis capaian investasi semester I 2026 di Kantor DPMPTSP Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (29/7/2026)
Investasi di Banten Diklaim Capai Rp66,3 Triliun Paruh Pertama 2026

1. Investasi terbesar di Kabupaten Tangerang
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Tangerang menjadi kontributor investasi terbesar dengan nilai Rp29,04 triliun atau 43,8 persen dari total investasi Banten.
Posisi berikutnya ditempati Kota Tangerang sebesar Rp11,73 triliun, Cilegon Rp8,01 triliun, Tangerang Selatan Rp7,87 triliun, Kabupaten Serang Rp7,17 triliun, Lebak Rp1,19 triliun, Kota Serang Rp840 miliar, dan Kabupaten Pandeglang Rp410 miliar.
"Meski nilainya relatif kecil, Kota Serang menjadi daerah dengan capaian realisasi tertinggi terhadap target investasi tahunan, yakni mencapai 129,23 persen," katanya.
2. Industri kimia dan farmasi jadi tujuan utama
Virgojanti menjelaskan, sektor industri kimia dan farmasi menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai Rp5,44 triliun. Sementara pada investasi domestik, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mendominasi dengan nilai Rp14,53 triliun.
Lima negara penyumbang investasi asing terbesar di Banten pada semester I 2026 berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Malaysia. Di sisi lain, sektor hilirisasi menyumbang investasi sebesar Rp13,53 triliun atau sekitar 20,41 persen dari total realisasi investasi provinsi.
Menurut Virgojanti, penguatan industri hilirisasi berbasis sumber daya lokal menjadi strategi penting untuk menjaga pertumbuhan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong pemerataan investasi ke wilayah selatan melalui pengembangan kawasan industri yang didukung oleh keberadaan Jalan Tol Serang-Panimbang.
"Kami berharap aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di Banten utara, tetapi juga berkembang di Banten bagian selatan melalui pusat-pusat pertumbuhan baru," ujarnya.
3. BI optimis pertumbuhan ekonomi Banten lampaui nasional
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menegaskan pihaknya akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan ketersediaan valuta asing guna memberikan kepastian bagi investor.
Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Banten pada 2026 berpotensi melampaui rata-rata nasional apabila tren investasi tetap terjaga.
"Mari kita syukuri bagaimana mobilisasi dana bisa masuk ke Provinsi Banten, baik dari investor asing maupun dari dalam negeri," ujar Sofwan.
Curated For You
- Tangsel 5 Tahun Gagal Juara Umum MTQ Banten, Ini Langkah Benyamin29 Jul 2026, 06:48 WIB
- BMKG Prakirakan Kemarau di Banten Hingga Oktober, Kekeringan Cukup Parah28 Jul 2026, 09:37 WIB
- Anggota DPRD Menilai Fiskal Banten Tertekan Akibat Kebijakan Pusat27 Jul 2026, 19:18 WIB