Jemaah Haji Lansia Bakal Ditempatkan di Kelas Bisnis Garuda Indonesia

- Garuda Indonesia menyiapkan kursi kelas bisnis khusus bagi jemaah haji lansia, yang tahun ini mencapai 60 persen dari total peserta dan termasuk calon tertua berusia 91 tahun.
- Tahun 2026, Garuda Indonesia mengangkut 102 ribu jemaah haji dari 10 embarkasi dengan 15 armada pesawat serta melibatkan sekitar 300 pilot dan 700 kru penerbangan.
- Penerbangan perdana dijadwalkan pada 21 April 2026, dan meski harga Avtur naik, pemerintah menanggung selisih biaya agar tidak membebani para jemaah haji.
Tangerang, IDN Times - Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menyatakan, jemaah haji Indonesia 2026 secara persentase 60 persen berusia lanjut di atas 65 tahun. Nantinya, calon jemaah haji yang masuk dalam lansia bakal ditempatkan di kelas bisnis.
"Lansia kami dudukkan di kelas bisnis supaya lebih nyaman," kata Glenny usai memantau armada di GMF Aeroasia, Rabu (15/4/2026).
1. Calon jemaah haji paling tua berusia 91 tahun

Glenny mengatakan, berdasarkan data yang didapatkannya, calon jemaah haji tertua yang akan berangkat tahun ini berusia 91 tahun. Ia pun memastikan segala persiapan untuk menyambut calon jemaah haji lansia telah dilakukan.
"Seperti kursi roda, bidet di lavatory, hingga makanan yang bisa dipilih antara ikan dan daging sapi yang disesuaikan dengan lidah Indonesia," kata Glenny.
2. Ada 102 ribu calon jemaah haji dari 10 embarkasi diangkut Garuda Indonesia

Untuk tahun ini, Glenny menerangkan, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang mengangkut calon jemaah haji. Ada 102 ribu calon jemaah haji dari 10 embarkasi yang akan diantarkan ke tanah suci.
"Ada 15 armada yang kami persiapkan, terdiri dari 6 Boeing 777 dan 9 Airbus 339 Neo dan 330-300," ungkapnya.
Adapun, 10 embarkasi yang akan dilayani Garuda Indonesia yakni Banda Aceh, Medan, Jakarta, Solo, Jogjakarta, Balikapapan, Banjarmasin, Ujung Pandang, Lombok, dan Padang.
"Ada 300 pilot dan 700 kru yang kami siapkan untuk melayani calon jemaah haji," tuturnya.
3. Keberangkatan pertama 21 April 2026

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim memastikan meski harga bahan bakar Avtur naik akibat kondisi geopolitik dunia, tidak ada penambahan biaya dari Garuda Indonesia yang dibebankan ke para calon jemaah haji.
"Semua kekurangan atas kenaikan Avtur itu ditangani oleh pemerintah jadi jemaah haji tidak usah berpikir akibat naik harga Avtur maka akan beban kepada jemaah haji ini tidak ada sama sekali," jelasnya.


















