250 Siswa UIC College Pamerkan Karya Berstandar Internasional

- Sebanyak 250 siswa dari enam program studi UIC College menampilkan karya kreatif berstandar internasional dalam ajang UIC Creative Showcase 2026 bertema The Great Britain Festival in Indonesia di BSD, Tangerang.
- Beragam proyek ditampilkan, mulai dari instalasi seni, koleksi busana, kampanye visual, komposisi musik, hingga ide bisnis dan inovasi digital yang menghubungkan budaya lokal dengan perspektif global.
- Kegiatan ini menekankan pentingnya kreativitas, adaptabilitas, kolaborasi, dan resiliensi sebagai keterampilan masa depan yang dibutuhkan industri global serta memberi pengalaman belajar lintas disiplin bagi para siswa.
Tangerang, IDN Times – Sebanyak 250 siswa dari enam program studi di UIC College, Tangerang, Banten, menampilkan berbagai karya kreatif dan proyek multidisiplin dalam ajang UIC Creative Showcase 2026. Menariknya, karya-karya tersebut dinilai langsung oleh perwakilan kampus dan institusi pendidikan internasional.
Kegiatan yang mengusung tema The Great Britain Festival in Indonesia itu digelar di USG Education BSD Campus, Tangerang. Para siswa mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan akademisi dan profesional dari luar negeri sebagai bagian dari pengalaman belajar yang dirancang menyerupai praktik dunia kerja.
Director of Marketing & Student Experience USG Education, Ni Luh Komang Aimee Sukesna, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan perspektif global tanpa meninggalkan identitas lokal.
“Para siswa tidak hanya mempelajari budaya global, tetapi juga menginterpretasikannya melalui perspektif Indonesia. Hasilnya, lahir karya-karya yang berakar pada identitas lokal namun memiliki relevansi secara global,” ujarnya, Kamis (5/6/2026).
1. Hadirkan akademisi dari kampus ternama dunia

Ajang tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan institusi internasional, mulai dari British Council, Pearson UK, hingga akademisi dari Manchester Metropolitan University, UWE Bristol, Northumbria University, dan Ravensbourne University London.
Berbagai karya dipamerkan dari sejumlah program studi. Pada bidang Arts and Design, siswa menghadirkan instalasi yang mengeksplorasi hubungan sastra Indonesia dan sastra Inggris sebagai refleksi pertemuan identitas lokal dan global.
Sementara itu, mahasiswa Fashion Design menampilkan koleksi busana yang memadukan inspirasi budaya Inggris dengan karakter visual generasi muda Indonesia.
Di bidang Graphic Design, siswa menampilkan kampanye kreatif dan karya visual yang mengangkat keterhubungan budaya global dan lokal. Adapun program Music menghadirkan berbagai komposisi dan pertunjukan yang terinspirasi dari perkembangan industri musik Inggris.
2. Siswa kembangkan proyek digital hingga ide bisnis global

Tak hanya bidang kreatif, siswa program Computing juga memamerkan berbagai proyek digital, mulai dari desain web, media interaktif, hingga Internet of Things (IoT).
Sementara itu, peserta dari program Business ditantang merancang konsep bisnis yang memiliki peluang masuk ke pasar Inggris. Dari tantangan tersebut lahir sejumlah ide usaha, seperti Padang2Go dan Tempehtation, yang berupaya membawa cita rasa kuliner Indonesia ke pasar internasional.
Menurut Aimee, pengalaman seperti ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi persaingan dunia kerja global.
“Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan riset, mengembangkan ide, memproduksi karya, mempresentasikannya kepada profesional, serta menerima umpan balik langsung dari institusi internasional,” katanya.
3. Kreativitas dan adaptasi jadi keterampilan masa depan

Aimee menambahkan, kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Berdasarkan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, sekitar 39 persen keterampilan inti di pasar kerja diperkirakan akan berubah hingga tahun 2030.
Karena itu, kemampuan seperti kreativitas, adaptabilitas, kolaborasi, dan resiliensi menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh industri.
Senada, Pearson APAC Regional Manager, Janice Phung, menilai UIC Creative Showcase menjadi contoh nyata penerapan applied learning yang memungkinkan siswa bekerja lintas disiplin, membangun portofolio profesional, serta mengembangkan pola pikir yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif global.
“Pengalaman internasional bisa dimulai dari Indonesia tanpa harus menunggu keberangkatan ke luar negeri,” ujar Janice.
Ia menambahkan, banyak siswa UIC College yang setelah menyelesaikan program internasional di Indonesia melanjutkan pendidikan ke berbagai universitas di Inggris maupun negara tujuan studi lainnya.

















