Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Oknum TNI Diduga Terlibat Pengeroyokan 2 Anggota Brimob Kelompok DC

Oknum TNI Diduga Terlibat Pengeroyokan 2 Anggota Brimob Kelompok DC
Ilustrasi pemukulan (unsplash.com/Dan burton)
Intinya Sih
  • Seorang kopral TNI berinisial R diamankan Denpom III/4 Serang karena diduga terlibat dalam pengeroyokan dua anggota Brimob Polda Banten bersama kelompok debt collector di Kota Serang.
  • Kodam III/Siliwangi menegaskan akan menindak tegas setiap prajurit yang terbukti melanggar hukum, sementara Denpom masih mendalami peran oknum tersebut dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
  • Pihak Kodam memastikan kasus ini tidak mengganggu hubungan solid antara TNI dan Polri di Banten, dengan koordinasi kedua institusi tetap berjalan baik selama proses penyelidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Serang, IDN Times – Seorang anggota TNI berpangkat kopral berinisial R diamankan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang terkait dugaan keterlibatannya dalam pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Brimob Polda Banten di Kota Serang oleh kelompok debt collector (DC).

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf. Mahmuddin Abdillah, membenarkan adanya anggota TNI yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Denpom III/4 Serang.

"Sementara ini informasinya baru satu, yakni seorang kopral. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan di Denpom III/4 Serang," kata Mahmuddin saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Untuk diketahui sebelumnya, Polda Banten telah mengamankan empat orang sipil dari kelompok debt collector, enam orang lainnya masih dalam pengejaran.

1. Diduga ikut memukul saat peristiwa pengeroyokan anggota Brimob

Empat debt collector pembacok anggota Brimob diamankan (Dok. Khaerul Anwar)
Empat debt collector pembacok anggota Brimob diamankan (Dok. Khaerul Anwar)

Peristiwa yang menyeret oknum TNI tersebut terjadi di Jalan Raya Serang–Cilegon Kilometer 3,5, tepatnya di depan RS Fatimah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (2/6/2026) malam. Dalam insiden itu, dua anggota Brimob Polda Banten menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan kelompok debt collector atau mata elang.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Kodam III/Siliwangi, oknum TNI tersebut datang ke lokasi setelah mendapat panggilan dari rekannya yang berprofesi sebagai debt collector. Saat tiba di lokasi, terjadi perselisihan yang kemudian berujung pada aksi kekerasan.

Menurut Mahmuddin, anggota TNI tersebut awalnya berupaya melerai keributan. Namun situasi yang memanas membuat yang bersangkutan diduga ikut terlibat dalam aksi pemukulan.

"Karena ada perselisihan di situ, dia mencoba melerai. Namun karena berawal dari pemukulan, dia tidak mengetahui siapa yang terlibat dan akhirnya ikut melakukan pemukulan," ujarnya.

2. Denpom dalami peran pelaku, janji tindak tegas pelaku

Ilustrasi Pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski masih menunggu hasil penyelidikan, Kodam III/Siliwangi menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada prajurit yang terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk membekingi debt collector. Mahmuddin menegaskan setiap anggota TNI yang terbukti melanggar hukum akan diproses sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.

Saat ini, Denpom III/4 Serang masih mendalami peran oknum kopral tersebut dalam insiden pengeroyokan yang menewaskan solidaritas antarpenegak hukum itu. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain.

"Siapapun anggota yang terlibat dalam kegiatan ilegal, membekingi pihak tertentu, atau melakukan tindakan melanggar hukum, tetap akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

3. Peristiwa ini disebut tak pengaruhi hubungan TNI dan Polri di Banten

Ilustrasi pengeroyokan (Meta AI/Rochmanudin)
Ilustrasi pengeroyokan (Meta AI/Rochmanudin)

Di sisi lain, Kodam III/Siliwangi memastikan kasus tersebut tidak memengaruhi hubungan antara TNI dan Polri di Banten. Menurut Mahmuddin, koordinasi dan sinergi kedua institusi tetap berjalan baik selama proses penanganan perkara berlangsung.

"Tidak. Hubungan antara Polda Banten dan jajaran TNI di wilayah Banten tetap solid," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Banten

See More