Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Gagal Ginjal Akut di Banten Jadi 15 Kasus, 10 Meninggal
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa

Serang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat kasus ginjal akut di wilayahnya bertambah dari 12 kasus menjadi 15 kasus. Sebanyak 10 kasus diantaranya meninggal dunia.

"Jadi aadaa 15 kasus. yang meninggal 10 kasus, 3 kasus sembuh dan 2 kasus dirawat," kata Kadinkes Banten, Kamis (27/10/2022).

 

1. Penambahan kasus berasal dari Tangerang Raya

Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa

Penambahan dari dua daerah, yakni berasal dari Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Kedua daerah ini menjadi penyumbang kasus terbanyak di Provinsi Banten.

"Yang nambah itu Kota Tangerang jadi 6 kasus, 4 kasus meninggal, 2 kasus dirawat, dan di Kabupaten Tangerang 6 kasus meninggal, 2 sembuh," katanya.

2. Kasus meninggal di Cilegon dinyatakan bukan karena gagal ginjal akut

ilustrasi hepatitis akut (IDN Times/Nathaniel Tegar)

Sementara, untuk satu kasus meninggal dunia di Kota Cilegon, Ati menyebut, dari hasil diagnosa dan skrining ulang, bukan disebabkan gagal ginjal akut, melainkan demam berdarah dengue (DBD).

"Tadinya 16 kasus yang Cilegon itu setelah diagnosa  diskrining ulang ternyata DBD. Jadi kita keluarkan (data kasus ginjal akut)," katanya.

3. Pasien kasus gagal ginjal akut dirawat di RSCM dan Harapan Kita Jakarta

ilustrasi gagal ginjal akut, acute kidney injury, cedera ginjal akut (unsplash.com/Olga Kononenko)

Untuk kasus yang masih dirawat, lanjut Ati, masih dilakukan perawatan di RSCM dan Harapan Kita yang menjadi rumah sakit rujukan. 

"Awalnya di rumah sakit ada yang di Sari Asih Cipondoh, Ciputat, RS Siloam, dan di RS Assifa. Untuk di RSUD Banten gak ada (yang dirawat)," katanya.

Editorial Team

Related Article