Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Gagal Ginjal di Banten Bertambah Jadi 18 Kasus, 7 Sembuh

Kasus Gagal Ginjal di Banten Bertambah Jadi 18 Kasus, 7 Sembuh
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa
Share Article

Serang, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kasus ginjal akut di wilayahnya bertambah dari 15 kasus menjadi 18 kasus. Sebanyak 11 pasien diantaranya, meninggal dunia.

"Dan 7 anak sembuh," kata Ati saat dikonfirmasi, Selasa (1/11/2022).

1. Sebanyak 7 pasien yang sempat dirawat, kini sudah sembuh

Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa

Ati menyebut, sebanyak 7 anak yang telah dinyatakan sembuh tersebut sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.  Sebelumnya, ketujuh pasien itu sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Harapan Kita.

"Kemarin kan dirujuk semua dari 18 kasus di RSCM dan Harapan kita. Yang 7 sudah diatasi dan sudah pulang, sempat dirawat di sana," katanya.

2. Khusus pasien dari Banten, dirujuk ke RSCM dan Harapan Kita

Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut misterius. IDN Times/ istimewa

Hingga saat ini rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten belum diizinkan menangani kasus gagal ginjal akut. Dari 14 rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di seluruh Indonesia, pasien yang berasal dari Banten dirujuk ke RSCM dan Harapan Kita.

"kita merujuk ke RS yang telah ditunjuk tersebut karena di sana sudah ada dokter spesialis anak nefrologi khusus ginjal, fetomaternal semua sudah komplit," katanya.

3. Biaya perawatan belum sepenuhnya gratis

ilustrasi gagal ginjal akut, acute kidney injury, cedera ginjal akut (unsplash.com/Olga Kononenko)
ilustrasi gagal ginjal akut, acute kidney injury, cedera ginjal akut (unsplash.com/Olga Kononenko)

Namun, Ati menuturkan, untuk skema pembiayaan pasien yang menderita gagal ginjal akut dengan pembayaran umum dan kedua melalui BPJS Kesehatan. Sementara, bagi pasien yang dikategorikan tidak mampu secara finansial akan didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

"(Pembiayaan gratis) masih digodok pusat, apakah seperti COVID-19 mau mampu tidak mampu dia digratiskan? Tapi ini lagi dirapatkan masih belum final kita rapat beberapa hari lalu masih sedang disusun," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Ita Lismawati F Malau
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Perawat Wanita di Klinik Gigi Tangerang Ditusuk Pasiennya Sendiri

31 Mei 2026, 18:43 WIBNews