Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dampak Polusi Udara, Kasus ISPA di Banten Meningkat

Dampak Polusi Udara, Kasus ISPA di Banten Meningkat
Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro
Share Article

Serang, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyebutkan mulai banyak masyarakat Banten berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Ati menyebutkan, penyebab meningkatnya kasus ISPA karena dampak cuaca panas dan kualitas udara yang buruk atau polusi udara.

"Banyak masyarakat yang sakit tenggorokan dan batuk pilek saat ini. Penyebabnya banyak hal faktor cuaca (el nino), debu, dan polusi udara yang menyebabkan alergi serta iritasi saluran pernapasan," kata Ati, Sabtu (12/8/2023).

1. Cuaca panas juga bisa memicu menurunnya daya tahan tubuh

Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji, (IDN Times/ Khaerul Anwar)
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji, (IDN Times/ Khaerul Anwar)

Mantan Dirut RSUD Kota Tangerang itu menerangkan, cuaca panas juga dapat memicu menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini bisa menimbulkan terjadinya awal infeksi dari berbagai jenis virus seperti rhinovirus, coronavirus, adenovirus, influenza, dan parainfluenza. Selain virus-virus tersebut, bakteri seperti streptokokus dapat menjadi penyebab lainnya.

"Streptokokus merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan terbentuknya rasa nyeri pada saluran tenggorokan," katanya.

2. Disarankan berkonsultasi ke dokter jika sakit tenggorokan tak kunjung ssembuh

ilustrasi sakit di tenggorokan (freepik.com/mdjaff)
ilustrasi sakit di tenggorokan (freepik.com/mdjaff)

Ati menyampaikan, Infeksi akibat bakteri streptokokus juga memerlukan perhatian lebih dalam penanganannya. Sebab bakteri ini dapat menyebar dan menyerang organ lainnya seperti jantung atau ginjal. Untuk memastikan penyebabnya sendiri, masyarakat disarankan pergi ke dokter jika penyakit tenggorokan yang diderita tidak kunjung sembuh dan semakin parah.

"Dengan begitu, dokter akan melakukan diagnosis untuk memastikan, apakah virus atau bakteri yang menjadi penyebab sakit," terangnya.

3. Langkah-langakh pencegahan yang bisa dilakukan

ilustrasi polusi udara pekat (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
ilustrasi polusi udara pekat (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Lanjut Ati, jika hasil menunjukkan adanya tonsil yang bengkak, terjadinya pembesaran kelenjar getah bening, demam tinggi di atas 38 derajat celsius, serta tidak diikuti adanya batuk, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri streptokokus.

Ia meminta masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut:

  1. Cuci tangan secara rutin
  2. Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
  3. Pakailah masker saat ke luar rumah
  4. Konsumsi makanan bergizi
  5. Bersihkan permukaan benda secara rutin
  6. Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi
  7. Lakukan vaksinasi influenza
  8. Olahraga teratur
  9. Istirahat cukup
  10. Minum air putih 8 gelas per hari.
Share Article
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Irma Yudistirani
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Waspada Aktivitas di Luar, Tangerang Raya Diprediksi Hujan Hari Ini

15 Jun 2026, 09:44 WIBNews