Serang, IDN Times – Dampak kemarau panjang mulai menghantam sektor pertanian di Provinsi Banten. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 288,25 hektare areal persawahan tercatat mengalami gagal panen atau puso. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan akhir Juli 2026. Saat itu, luas sawah yang mengalami puso di Banten baru sekitar 60 hektare.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Provinsi Banten, Saeful Bauri Memun mengatakan, selain lahan yang sudah mengalami puso, ribuan hektare sawah lainnya masih terdampak kekeringan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
“Secara kumulatif kekeringan masa tanam 2026 hingga tanggal 14 Agustus 2026, untuk sementara yang terkena dampak 2.666,25 hektare. Intensitas ringan 1.250 hektare, sedang 655 hektare, berat 473 hektare, puso 288,25 hektare,” kata Saeful, Kamis (20/8/2026).
