Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Mulai Terjadi, 22 KK di Keranggan Tangsel Krisis Air Bersih
Truk air disalurkan ke warga yang alami krisis air bersih (IDN Times/Muhamad iqbal)

  • Sebanyak 22 KK di Kampung Koceak, Keranggan, Tangsel mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering sejak dua hari terakhir.
  • BPBD Tangsel menyalurkan 4 ribu liter air bersih dengan dukungan PDAM Tirta Kerta Raharja menggunakan mobil tangki pemerintah.
  • BPBD memetakan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan tandon air berkapasitas 2.000 liter untuk mempercepat distribusi bantuan selama musim kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Musim kemarau mulai berdampak pada pasokan air bersih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Kampung Koceak, RT 002/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur warga mengering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel pun menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

1. Sumur warga mengering sejak dua hari terakhir

Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. IDN Times/Muhamad Iqbal

Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, puluhan kepala keluarga terdampak kekeringan akibat sumur yang mulai mengering. “(Sebanyak) 20 kepala keluarga terdampak,” kata Dian, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, warga mulai kesulitan memperoleh air bersih sejak dua hari terakhir sehingga BPBD segera melakukan distribusi bantuan.

2. BPBD salurkan 4 ribu liter air bersih

Ilustrasi kekeringan.ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya, BPBD menyalurkan sebanyak 4 ribu liter air bersih.

"Air bersih dipasok dengan dukungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang dan didistribusikan menggunakan mobil tangki milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan," terangnya.

3. BPBD petakan wilayah rawan kekeringan

Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. IDN Times/Muhamad Iqbal

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana mengatakan, hasil pendataan menunjukkan total warga terdampak mencapai 22 KK.

Menurutnya, distribusi air dilakukan melalui dua tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter agar warga lebih mudah mengambil air sesuai kebutuhan.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Tandon air akan ditempatkan di titik-titik tersebut untuk mempercepat penyaluran bantuan apabila dibutuhkan.

“Setelah air diisi ke tandon, masyarakat tinggal mengambil sesuai kebutuhan di lokasi yang telah disiapkan,” kata Essa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article