Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenhub: Helikopter Tanpa Awak Solusi Bawa Logistik ke Daerah 3T
Helikopter elektrik tanpa awak bisa jadi solusi bawa logistik ke daerah 3T (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Kemenhub menyiapkan regulasi lengkap untuk pengoperasian helikopter tanpa awak dan helikopter listrik, termasuk izin penggunaan ruang udara serta lisensi pilot drone di Indonesia.
  • Helikopter tanpa awak diproyeksikan jadi solusi logistik ke wilayah 3T, sementara armada eVTOL SkyDrive dari Jepang akan mulai hadir di Indonesia sebagai negara pertama di luar Jepang.
  • Whitesky Group telah menandatangani MoU dengan SkyDrive untuk memesan 30 unit eVTOL senilai 2 juta dolar per unit yang dijadwalkan tiba secara bertahap mulai tahun 2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sokhib Al Rokhman menyatakan, potensi perkembangan teknologi helikopter di Indonesia cukup tinggi. Termasuk dengan helikopter drone tanpa awak dan helikopter listrik.

Sokhib menjelaskan, Kementerian Perhubungan saat ini telah memiliki regulasi untuk kemajuan teknologi transportasi udara tersebut dalam Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak anti teknologi. Regulasi yang terkait dengan regulasi teknis kita sudah siapkan, ada yang drone di bawah 25 kilogram dan di atas 25 kilogram," kata Sokhib saat Welcoming The Future of Air Mobility bersama SkyDrive di Helicity, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (23/6/2026).

1. Helikopter tanpa awak juga bisa sebagai solusi membawa logistik di daerah 3T

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhuhungan Republik Indonesia, Sokhib Al Rokhman (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sokhib mengatakan, dalam PKPS Bagian 22, helikopter tanpa awak juga telah diatur untuk bisa mengangkut logistik ke daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Misalnya saja untuk armada helikopter tanpa awak milik perusahaan Jepang SkyDrive yang bakal mulai ada di Indonesia pada 2029 mendatang.

Dalam PKPS 61 juga, lanjutnya, pihaknya juga sudah mengatur soal registrasi lisensi pilot tanpa awak. Selain itu, ruang udara juga sudah siap, yaitu terkait dengan Peraturan Menteri Perhubungan Bagian 37 Tahun 2020 tentang Penggunaan Ruang Udara, di mana salah satunya membutuhkan rekomendasi dari AirNav Indonesia untuk penggunaan ruang udara seperti yang kami jelaskan tadi bagaimana menggunakan VFR corridor dan lain-lain.

"Terus terkait dengan organisasi operatornya, misalnya White Sky, kita juga sudah punya PKPS Bagian 119 terkait dengan operator yang akan mengoperasikan pesawat udara tanpa awak atau Airpass Operator Certificate atau ROC, kami siap," papar Sokhib.

Meski begitu, ia menegaskan saat ini regulasi belum mengizinkan helikopter tanpa awak mengangkut penumpang manusia. Hal tersebut terkait aspek keamanan dan keselamatan yang memerlukan perkembangan teknologi lanjutan meskipun di Jepang hal tersebut telah dilakukan.

"Yang kita butuhkan adalah untuk angkutan logistik di area 3T. Kita sangat membutuhkan barang-barang seperti ini bisa mengangkut 300 kg. Misalnya mengangkut bahan pokok untuk masyarakat-masyarakat pedalaman, di pegunungan di pulau terluar kami sangat membuka itu," ujarnya.

Namun, untuk helikopter elektrik yang tidak menggunakan bahan bakar fosil juga sangat berpotensi untuk perkembangan transportasi udara di Indonesia. Selain ramah lingkungan, helikopter berbasis elektrik juga memiliki teknologi yang lebih mumpuni dan futuristik.

"Aturannya sama dengan helikopter konvensional, namun kami masih menunggu lisensi dari Kementerian Perhubungan Jepang untuk armada dan lisensi pilot SkyDrive ini," imbuhnya.

2. Indonesia jadi negara pertama armada SkyDrive mejeng di luar Jepang

Helikopter elektrik tanpa awak bisa jadi solusi bawa logistik ke daerah 3T (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Taijo Oki, Director of Overseas Business Development & Government and Public Affairs SkyDrive menyampaikan, Indonesia menjadi negara pertama dari showcase armada eVTOL SkyDrive. Armada helikopter elektrik tersebut saat ini sedang dikembangkan di Jepang dan akan menjadi transportasi publik.

"Kami melihat Indonesia memiliki banyak industri pertambangan, agrikultur, yang sangat cocok untuk eVTOL ini. Apalagi dengan bentuk negara kepulauan tentunya helikopter menjadi salah satu pilihan yang ideal," kata Taijo.

Selain itu, adanya dukungan dari regulasi di Indonesia yang mendukung hal tersebut juga menjadikan adanya eVTOL memiliki langkah baik untuk bisa segera diterapkan.

"Tentunya dengan mengikuti aturan-aturan dan kerjasama dengan pemangku kepentingan," katanya.

3. Indonesia sudah pesan 30 unit eVTOL SkyDrive melalui Whitesky Group

Helikopter elektrik tanpa awak bisa jadi solusi bawa logistik ke daerah 3T (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

CEO Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja mengatakan, pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SkyDrive untuk memesan 30 unit eVTOL. Saat ini, armada pesanan tersebut pun tengah diproduksi dan direncanakan selesai dan bisa tiba di Indonesia pada 2029 mendatang.

"Investasinya itu 2 juta dolar per unit, tapi nanti kami baru mulai publish rate-nya itu tahun 2029. Pengirimannya juga bertahap sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia tentu dilengkapi dengan sertifikasi dari Perhubungan Udara Jepang atau JACB," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article