Lebaran 2026, Terminal Mandala Lebak Tambah Trayek Bus

- Terminal Mandala Lebak menambah trayek bus AKAP baru menuju Cirebon dan Kuningan untuk menghadapi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran 2026.
- Total ada delapan trayek AKAP dengan 61 unit bus, ditambah layanan AKDP dan Angdes yang menjangkau berbagai wilayah di Banten dan Kabupaten Lebak.
- Pihak terminal berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan ramp check dan tes narkoba bagi sopir demi memastikan keamanan perjalanan para pemudik.
Lebak, IDN Times — Pengelola Terminal Bus Mandala, Kabupaten Lebak, Banten menambah satu trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menuju Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat, untuk mendukung layanan angkutan mudik Lebaran 2026. Kepala Terminal Mandala Lebak, Muksin mengatakan, penambahan trayek tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik Idulfitri.
“Penambahan ini dari perusahaan otobus baru, yakni PO Bus Gumirang, yang melayani jalur Cirebon dan Kuningan. Tujuannya untuk memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat yang hendak mudik,” kata Muksin, dilansir dari kantor berita ANTARA, Jumat (6/3/2026).
1. Terminal Mandala kini menyediakan 8 trayek AKAP

Dengan tambahan tersebut, Terminal Mandala kini menyediakan 8 trayek AKAP yang dioperasikan oleh lima perusahaan otobus. Secara keseluruhan, tersedia 61 unit bus AKAP untuk melayani penumpang selama periode mudik.
Trayek bus AKAP dari Terminal Mandala meliputi rute Rangkasbitung menuju Bogor, Kalideres, Tanjung Priok, Bekasi, Bandung, Garut, hingga Cirebon dan Kuningan.
Selain itu, pengelola terminal juga menyiapkan 12 unit kendaraan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 25 unit Angkutan Desa (Angdes). Kendaraan AKDP melayani rute di wilayah Banten seperti Rangkasbitung–Tangerang, Serang, Merak, Bayah, Wanasalam, hingga Labuan. Sementara angkutan desa melayani mobilitas masyarakat di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
Muksin memperkirakan puncak arus mudik di Terminal Mandala akan terjadi pada H-2 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 2.500 hingga 3.500 orang.
2. Pihak terminal koordinasi dengan pihak keamanan

Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan, pihak terminal juga berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Organisasi Angkutan Darat (Organda), serta para pengusaha otobus.
“Kami juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check, mulai dari kondisi rem, lampu, ban, kaca spion, hingga komponen lainnya. Selain itu, sopir juga menjalani tes narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pengemudi bus trayek Rangkasbitung–Bekasi, Ujang (55), mengatakan kondisi penumpang masih relatif sepi pada awal periode mudik.
“Kami membawa penumpang dari Bekasi ke Rangkasbitung masih sepi. Biasanya ramai setelah perusahaan mulai mencairkan tunjangan hari raya (THR),” katanya.


















