Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Motif Pembunuhan Sadis Bocah di Cilegon, Utang Pinjol Hingga Cemburu
ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Serang, IDN Times - Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara mengungkap sejumlah motif pembunuhan bocah 5 tahun inisial APH yang dilakban. Salah satunya karena cemburu terkait hubungan sesama jenis dua pelaku utama.

"Motif pelaku, masalah utang-piutang, kemudian adanya dia merasa dendam yang menurut pengakuan dia, ibu korban sering memarahi atau sering membentak satu lagi terkait adanya penyimpangan seksual hubungan sesama jenis," kata Kemas di Mapolres Cilegon, Senin (23/9/2024).

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan lima tersangka, di mana, tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka adalah SA (38), RH (38), PN (23), EM (26) dan UJ (30).

1. Pelaku RH cemburu karena SA sering jalan dengan ibu korban

ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Esti Suryani)

Dijelaskan Kemas, RH yang telah menjalin hubungan menyimpang selama dua tahun bersama SA merasa cemburu, karena pasangannya sering jalan bareng bersama ibu korban inisial A (38). RH dan SA sama-sama perempuan.

Atas hal itu, kemudian pelaku melampiaskan kemarahannya ke anaknya. "Yang punya hubungan sesama jenis si SA sama RH, artinya antar pelaku," katanya.

2. Padahal mereka berteman baik hingga sering pinjam uang

Dok. Istimewa/Azhar

Padahal, selama ini ketiga perempuan itu, kata Kemas, antara dua pelaku dan ibu korban berhubungan baik dalam jaringan pertemanan. Kedua pelaku kerap meminjam uang kepada ibu APH.

"Jadi SA dan RH ini sering menggunakan aplikasi pinjol memakai identitas ibu korban dan berjanji bertanggung jawab. Mereka menggunakan akun A untuk meminjam uang diaplikasi pinjaman online (pinjol) hingga Rp75 juta," katanya.

3. Awalnya pelaku berencana menculik ibu korban

ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Esti Suryani)

Adapun pelaku lain EM, mengaku sakit hati kepada A karena sering memarahi dan membentak anaknya. Sementara, RH yang juga merasa cemburu, lalu merencanakan penculikan itu sejak sebulan lalu terhadap A.

"Namun, skenario itu diganti dengan menculik APH (merupakan anak A)," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article