Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Optimis Ekonomi Banten Tumbuh, Andra Soni Singgung Pelabuhan Ekspor

Gubernur Banten Andra Soni di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times
Gubernur Banten Andra Soni di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times (IDN Times/Ita Malau)
Intinya sih...
  • Andra Soni usulkan, Cilegon menjadi pelabuhan ekspor untuk pengembangan Krakatau Steel
  • Andra Soni juga menjelaskan disparitas pertumbuhan ekonomi di Banten
  • Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mendorong perputaran uang di Banten hingga Rp13 triliun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Banten Andra Soni optimis bahwa ekonomi provinsi pimpinannya itu tumbuh positif tahun 2026. Untuk meningkatkan pertumbuhan itu, Andra menyinggung mengenai pelabuhan ekspor.

"Pertumbuhan ekonomi itu sudah dirasakan Banten tahun 2025, bahwa pertumbuhan ekonomi di Banten itu sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah pusat, karena kita berada persis di sebelah ibu kota (Jakarta)," kata acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times pada sesi ‘Bagaimana Mencapai Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan’ yang dipandu oleh Pimpinan Redaksi IDN Times, Uni Lubis, Rabu (14/1/2026).

Salah satu komponen yang menyumbang pertumbuhan ekonomi Banten, kata dia, adalah ekspor. Seperti diketahui, Banten merupakan salah satu kawasan industri di Tanah Air.

"Kemudian pelabuhannya juga ada, jadi ekpor itu salah satunya tercatatnya di tempat kami," kata dia.

1. Andra Soni usulkan, Cilegon menjadi pelabuhan ekspor untuk pengembangan Krakatau Steel

Gubernur Banten Andra Soni di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times (IDN Times/Ita Malau)
Gubernur Banten Andra Soni di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times (IDN Times/Ita Malau)

Dia pun kemudian mengusulkan agar pelabuhan di Cilegon, Banten dapat diaktifkan sebagai pelabuhan ekspor-impor barang umum sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. "Bagaimana (jika) Banten bisa diberi keleluasaan. Salah satunya pelabuhan. Banten ini kan industrinya besar sekali, kami punya pelabuhan yang lebih dalam dari Tanjung Priok," kata dia.

Pelabuhan di Cilegon milik perusahaan milik negara, PT Krakatau Steel (KS), memiliki kedalaman lebih dari 17 meter. "Pelabuhan ekspor, dry container juga diberi kesempatan. Saya pikir pertumbuhan Banten akan lebih besar lagi, karena pasti ekspornya akan lebih, dan biayanya lebih efisien,” kata dia.

Andra menilai, Selat Sunda dan pelabuhan di sekitarnya merupakan bagian penting dari alur pelayaran dan perdagangan internasional. Pelabuhan Colegon ini juga bisa membantu kepadatan alur logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dampaknya adalah tol kami tidak akan sepadat sekarang, yang akibatnya nanti masyarakat yang tidak melakukan kegiatan ekspor juga kena dampaknya,” ujar Andra.

Dengan adanya Pelabuhan Cilegon untuk ekspor-impor ini, Andra optimistis Banten akan terus melampaui target realisasi investasinya. "Saya sangat berharap, peluang penanganan yang ada untuk pengembangan Krakatau Steel, salah satunya adalah pelabuhan yang ada di sana," kata Andra.

1. Andra Soni juga menjelaskan disparitas pertumbuhan ekonomi di Banten

Gubernur Banten Andra Soni dalam acara SAT 2026.
Gubernur Banten Andra Soni dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dalam sesi itu, Andra Soni juga mengakui, pertumbuhan ekonomi di Banten belum merata, di tengah angka pertumbuhan ekonomi yang positif di setiap kuartal tahun 2025. Dia menjelaskan, di 3 kuartal di tahun 2025, mulai dari 5,19 kemudian 5,33 kemudian 5,29.

"Kuartal IV nanti menunggu sekitar 5 Februari nanti, tapi kami optimis tahun 2025, (pertumbuhan ekonomi Banten) di atas rata-rata nasional," kata dia.

Meski demikian, Andra mengatakan, bagaimana caranya agar pertumbuhan itu bisa berkeadilan. "Banten ini miniatur Indonesia, di mana di situ ada daerah yang tumbuhnya pesat, tapi ada juga daerah yang selama ini tidak bisa tumbuh pesat," kata dia.

Contoh, imbuhnya, di Banten itu ada yang namanya Tangerang Raya yang berbatasan dengan Jakarta. Wilayah sektor swasta tumbuh pesat dan ikut membangun infrastruktur, dengan hadirnya sejumlah kawasan pemukiman dan pusat bisnis, seperti Alam Sutera, BSD, dan Bintaro. Di sana, uang yang beredar di tengah masyarakat berputar dengan bagus.

"Tapi, Banten juga ada Pandeglang. Kondisi (Tangerang Raya) berbanding terbalik engan yang ada di Lebak, Pandeglang. Jalanan rusak," kata dia.

Sesuai dengan Asta Cita yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Andra menyebut bahwa pembangunan itu dari desa sehingga ada pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Hal itu menjadi salah satu acuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengintervensi pembangunan infrastruktur, yang kewenangannya semula ada di tingkat kabupaten atau desa. "Provinsi melakukan intervensi karena kami meyakini bahwa salah satu bentuk mengejar pertumbuhan ekonomi adalah di desa. Kenapa? Karena di sana ada produsen, ada produksi, ada pertanian, dan sebagainya," kata dia.

Tahun 2025, imbuhnya, Banten juga ditargetkan bisa mencapai realisasi investasi mencapai Rp115 triliun. "Sepertinya tercapai. Trennya, 3 tahun berturut-turut, Banten bisa melampaui target yang diberikan pusat," kata dia.

3. Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mendorong perputaran uang di Banten hingga Rp13 triliun

Gubernur Banten Andra Soni
Gubernur Banten Andra Soni dalam program Semangat Awal Tahun by IDN Times, Rabu (14/1/2026). (Dok.IDN)

Selain itu, Andra juga menyatakan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten akan memiliki dampak besar, termasuk untuk perputaran dan pertumbuhan ekonomi. "Kami menyadari, untuk segera menyuplai kebutuhan MBG-nya," kata dia.

Program itu menyerap tenaga kerja karena ada sekitar 1.000 dapur MBG yang berdiri. Setiap dapur, imbuhnya, membutuhkan 47 orang. Artinya, ada 47 ribu tenaga kerja--yang sebagian besar perempuan-- bisa memiliki upah untuk belanja keluarganya.

Di sisi lain, sebanyak 800 dapur MBG sudah aktif untuk melayani jutaan siswa dan masyarakat. Pihaknya masih terus menggenjot agar 1.170 dapur MBG dapat segera beroperasi, sebab, jika dapur MBG yang ditargetkan bisa aktif seluruhnya, maka akan ada belasan triliun uang beredar di masyarakat. Hal itu dipastikan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banten.

“Itu dampaknya kalau seandainya sudah full (beroperasi), kurang lebih sekitar Rp12 sampai dengan Rp13 triliun uang berputar di Banten,” kata Andra.

Sebagian besar uang itu kata Andra, mayoritas dialokasikan untuk belanja bahan baku, yakni Rp10 triliun. Salah satu bahan bakunya itu, beras. "Banten itu menjadi lumbung beras ke-8 beras secara nasional," jelasnya.

Banten, kata dia, sudah swasembada pangan dan bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. "Itu saya katakan, Banten bisa tumbuh, tinggal bagaimana berkeadilan," kata dia.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

HPN 2026: Pers Harus Akurat di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI

08 Feb 2026, 16:35 WIBNews