Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pantau Polusi, Pemkot Tangerang Miliki Sistem Pemantau Kualitas Udara

Pantau Polusi, Pemkot Tangerang Miliki Sistem Pemantau Kualitas Udara
ilustrasi polusi udara pekat (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
Share Article

Kota Tangerang, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memiliki Sistem Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS). Diberi nama SIPAKU, alat AQMS tersebar di berbagai titik lokasi strategis di Kota Tangerang.

Kepala DLH Kota Tangerang Tihar Sopian menuturkan, SIPAKU ini merupakan alat pemantau yang berguna untuk memonitoring kualitas udara, termasuk mengambil berbagai sampel data terkait polusi udara di Kota Tangerang.

1. Sistem beroperasi 24 jam

ilustrasi polusi udara (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
ilustrasi polusi udara (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tihar mengatakan, SIPAKU ini telah dirancang dan berhasil dioperasikan selama ini secara otomatis, kontinyu, dan berbasis real time selama 24 jam. Secara umum, SIPAKU ini mempunyai peran yang penting dalam memproduksi informasi kualitas udara yang akurat di Kota Tangerang.

“AQMS ini dirancang untuk dapat menghitung kadar senyawa-senyawa tertentu yang ada di udara, seperti PM10, PM 2,5, SO2, NOx, O3, NO2, CO, dsb. Lewatnya, masyarakat jadi bisa mendapatkan informasi yang jelas, parameter udara di Kota Tangerang dalam keadaan baik atau buruknya," kata Kepala DLH Kota Tangerang, Tihar Sopian, Kamis (24/8/2023).

2. SIPAKU telah dipasang di empat titik

Ilustrasi polusi udara (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ilustrasi polusi udara (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tihar mengatakan, pihaknya saat ini telah memasang SIPAKU tersebut di empat titik lokasi strategis di Kota Tangerang, meliputi Sudimara Barat (AQMS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Benteng Betawi (AQMS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Pasir Jaya (AQMS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan Taman Gajah Tunggal (AQMS dari Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN).

“Sejauh ini, SIPAKU ini telah dioperasikan DLH Kota Tangerang secara optimal, serta akan terus dilakukan perawatan secara rutin untuk menjaga kualitas sensibilitas AQMS tersebut,” tambahnya.

3. Sosialisasi alat ini segera dilakukan

ilustrasi polusi udara (pexels.com/Anna Romanova)
ilustrasi polusi udara (pexels.com/Anna Romanova)

Selain itu, DLH Kota Tangerang akan terus mensosialisasikan keberadaan SIPAKU tersebut, agar masyarakat dapat menerima dan mengakses informasi mengenai kualitas udara yang akurat, valid, dan kredibel di Kota Tangerang.

Terlebih, keberadaan SIPAKU di Kota Tangerang akhir-akhir ini akan sangat dibutuhkan untuk merespon kondisi kualitas udara di Jabodetabek yang marak diperbincangkan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal

Latest News Banten

See More

Selama 5 Bulan 2.596 karyawan di PHK, Banten di Posisi Kedua Se-Indonesia

30 Jun 2026, 18:22 WIBNews