Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Tangerang Berikan BOSDA Khusus untuk Sekolah Inklusi
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Pemerintah Kota Tangerang memberikan BOSDA khusus untuk 66 sekolah inklusi, dengan nilai Rp100 juta per tahun untuk SD dan Rp200 juta per tahun untuk SMP.
  • 1.061 penyandang disabilitas di Kota Tangerang mendapatkan alat bantu seperti kursi roda, walker, tongkat kaki, dan alat bantu dengar.
  • RSUD Kota Tangerang memiliki layanan bengkel ortotik prostetik sejak April 2023 dan mengadakan job fair khusus untuk penyandang disabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kota Tangerang memberikan bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) khusus untuk sekolah inklusif di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi hak layanan wajib dasar pendidikan yang menjadi hak dari masyarakat termasuk para penyandang disabilitas.

"Untuk itulah, Pemkot memfasilitasi total 66 sekolah inklusi yang terdiri dari 53 SD dan 13 SMP di seluruh wilayah Kota Tangerang, yang dilengkapi dengan BOSDA inklusif senilai Rp100 juta per tahun untuk SD dan Rp200 juta per tahun untuk SMP," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin, Kamis (31/10/2024).

1. Sebanyak 1.061 penyandang disabilitas juga dapat bantuan alat bantu

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain itu, Nurdin menuturkan, sebanyak 1.061 penyandang disabilitas di Kota Tangerang telah mendapatkan alat bantu seperti kursi roda, walker, tongkat kaki, hingga alat bantu dengar. Hal tersebut dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial sebagai salah satu implementasi kebijakan inklusif di wilayah tersebut. 

"Tercatat sejak tahun 2023, Pemkot telah memfasilitasi bantuan alat penyandang disabilitas berupa 400 kursi roda, 10 tongkat kaki 4, 30 walker, dan 15 alat bantu dengar selain bantuan sosial disabilitas kepada total 1.061 penerima manfaat," ungkapnya.

2. Pemkot Tangerang juga miliki bengkel pembuatan kaki palsu

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Lebih lanjut, Nurdin mengungkapkan, program-program pelayanan lain yang berpihak pada para penyandang disabilitas juga dilakukan, seperti RSUD Kota Tangerang yang memiliki layanan bengkel ortotik prostetik sejak April 2023 untuk pembuatan kaki palsu juga alat bantu penyangga tubuh.

"Seperti sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO) dan Knee Ankle Foot Orthosis (KAFO) serta Conginetal Talipes Equines Varus (CTEV). Yang mana layanan tersebut telah diakomodasi oleh pihak BPJS Kesehatan," ungkap Nurdin.

3. Pemkot Tangerang juga buat job fair untuk penyandang disabilitas

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain itu, kata Nurdin, pihaknya juga telah mengadakan bursa kerja atau job fair khusus diperuntukan kepada penyandang disabilitas. Hal tersebut agar kesempatan penyandang disabilitas untuk mandiri bisa terwujud.

"Sedangkan untuk layanan administrasi kependudukan, Disdukcapil memberikan fasilitas berupa layanan jemput bola e-KTP yang tidak hanya untuk para penyandang disabilitas, namun juga bagi lansia hingga ODGJ," kata Nurdin.

4. Pemkot Tangerang juga bekerja sama dengan yayasan difabel untuk beri pelatihan

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Alumnus Universitas Indonesia tersebut juga menambahkan, Pemkot Tangerang akan terus memaksimalkan penguatan inklusifitas di Kota Tangerang. Salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) di berbagai kegiatan pelatihan hingga unjuk bakat.

"Serta menyediakan pelayanan informasi publik inklusif melalui kantor dan juga website yang ramah disabilitas, serta form permohonan dengan huruf braile," jelasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri 150 siswa dan 50 mahasiswa tersebut, Nurdin turut memberikan bantuan biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi sebanyak 13 orang mewakili 13 kecamatan.

"Pemkot Tangerang berkomitmen untuk senantiasa hadir dan memastikan terwujudnya kesetaraan dan akses bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang," tukas Nurdin.

Editorial Team