Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pendatang Dominasi Pertambahan Penduduk Tangerang, Jadi Tantangan Pemkab

Pendatang Dominasi Pertambahan Penduduk Tangerang, Jadi Tantangan Pemkab
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Maesyal Rasyid menyebut 70 persen pertambahan penduduk Tangerang berasal dari pendatang yang mencari kerja, menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dengan laju 5,67 persen.
  • Seminar TIDS 2026 menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret untuk mengubah beban urbanisasi menjadi kekuatan menuju Kabupaten Tangerang yang cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.
  • Hassan Wirajuda menilai Pemerintah Pusat perlu turun tangan memberi subsidi pendidikan dan kesehatan guna membantu APBD Tangerang menghadapi dampak urbanisasi yang terus meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tangerang, IDN Times - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan, sekitar 70 persen pertambahan penduduk di Kabupaten Tangerang merupakan warga pendatang yang mengadu nasib mencari kerja di wilayahnya. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dari segi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.

"Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang jadi magnet masyarakat luar berbondong datang ke sini untuk mengadu nasib," kata Maesyal saat paparan di Tangerang Internasional Development Seminar (TIDS) 2026, ICE BSD, Senin (25/5/2026).

1. Kabupaten Tangerang menghasilkan PAD tertinggi ke-3 di Indonesia

Seorang pria berbicara di podium dengan latar belakang layar besar berisi tulisan dan foto dua pejabat berpakaian dinas putih.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Maesyal menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang kini mencapai 5,67 persen yang ditopang oleh sektor konstruksi, manufaktur, hingga perdagangan jasa. Bahkan, saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang tertinggi ketiga se-Indonesia.

"Memang seperti pisau bermata dua karena beban pertambahan penduduk juga menjadi tantangan untuk kami," jelasnya.

2. Maesyal dorong rekomendasi kebijakan konkret untuk atasi permasalahan urbanisasi

Seorang pria mengenakan batik biru berbicara di podium dengan mikrofon di acara Indonesia Convention Exhibition.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Untuk itu, dokumen rekomendasi kebijakan konkret yang dihasilkan, diharapkan menjadi kompas baru atau sebuah formula untuk mengubah beban urbanisasi menjadi kekuatan demi mewujudkan Kabupaten Tangerang cerdas dan tangguh, sekaligus nyaman dan berkelanjutan bagi siapa saja yang tinggal.

"Supaya nanti bisa kita jalankan sesuai dengan rekomendasi dari hasil diskusi ini, lebih-lebih terkait dengan pengangguran, kemiskinan. Mudah-mudahan nanti kami dapat konsepnya seperti apa, program seperti apa, dari hasil diskusi ini akan kami jalankan," katanya.

3. Campur tangan pemerintah pusat penting untuk tangani dampak buruk urbanisasi

Sejumlah peserta duduk di kursi barisan depan mengenakan batik dan membaca dokumen dalam sebuah acara resmi di ruangan konferensi.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Rektor Universitas Prasetya Mulya sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda mengungkapkan, saat ini Kabupaten Tangerang menjadi magnet yang mengundang para pendatang untuk mengadu nasib mencari kerja. "Tentunya, semua itu harus sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDG) 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan, dimana pembangunan harus inklusif," ujar Hasan Wirajuda.

Kata Hasan, meski Bupati Tangerang tidak bisa menolak pendatang baru atau pilih kasih, kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada seluruh masyarakat yang terus bertambah ini dampaknya akan langsung terasa pada kas daerah. Khusunya, dalam bidang pendidikan, dan kesehatan. Seperti sekolah swasta gratis, lalu subsidi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus berdarah-darah menopang pembengkakan beban jaminan kesehatan dan pendidikan bagi para warga baru tersebut. Tentu ini sebuah realita urban," katanya.

Hasan juga menyarankan agar pemerintah pusat ikut turun tangan memberikan subsidi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, di bidang pendidikan, atau kesehatan

"Tentunya pemerintah pusat harus ikut turun tangan, memberikan subsidi dan membantu Pemerintah Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Diketahui, seminar internasional ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor global.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, seminar internasional ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul ilmiah, tapi sebuah laboratorium gagasan bertema "Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World".

Adapun, tujuan digelarnya seminar ini adalah, untuk meningkatkan pemahaman tentang isu-isu strategis pembangunan daerah dalam konteks nasional maupun global, dengan memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di antara para pemangku kepentingan, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor dan internasional.

"Serta untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi penyusunan dan penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah, " kata Soma.

Nara sumber yang dihadirkan merupakan pakar dari mancanegara dari negara India, Australia, Malaysia, hingga Jepang. Mereka disebar ke dalam empat kelas paralel hingga sore hari untuk menggodok formula tata kelola cerdas (smart governance), inovasi, ekonomi hijau, hingga strategi ketangguhan wilayah pesisir dan perkotaan yang dihadiri oleh sekitar 400 peserta secara luring dan 200 peserta secara daring.

"Para peserta terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, akademisi, mahasiswa dari berbagai universitas, praktisi pembangunan, peneliti, serta organisasi internasional," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Banten

See More