Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengamat Sebut WFH Dinilai Tak Efektif Tekan Polusi Udara
IDN Times/Khaerul Anwar

Serang, IDN Times - Pengamat lingkungan hidup dari Rekonvasi Bhumi, Nana Prayatna Rahadian menilai, kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemprov Banten dan Tangerang Raya tidak akan efektif untuk mengurangi pencemaran udara.

"Kurang efektif kebijakan WFH, kurang masuk akal. Harusnya yang harus diatasi penyebabnya seperti kemacetan, industri dan batu bara PLTU," kata Nana, Rabu (23/8/2023).

Sebelumnya, Pemprov Banten dalam waktu dekat akan memberlakukan kebijakan WFH atau bekerja dari rumah bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini dilakukan untuk menurunkan tingkat polusi udara di Banten.

1. Harusnya, pengendalian kemacetan dan emisi harus jadi konsentrasi penanggulangan polusi udara

Dok. Istimewa/IDN Times

Menurutnya, penyumbang polusi udara di Banten dan DKI Jakarta adalah dari transportasi atau kendaraan bermotor, kemudian industri, dan pembakaran sampah. Nana pun mendorong Pemerintah membuat kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih ke moda transportasi umum.

"Kendataan karena kemacetannya di daerah tertentu sehingga ada konsentrasi emisi yang kemudian menjadi polusi. Nah, yang harus dilakukan kebijakan bagaimana kemacetan bisa di reduksi," katanya.

2. Pemerintah memperketat pengawasan PLTU yang disebut juga jadi penyebab polusi

Dok. Istimewa/IDN Times

Selain itu, Pemerintah harus mengawasi baku mutu dan pengelolaan lingkungan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang disebut menjadi penyebab polusi.

KLHK menyatakan bahwa asap dan uap dari cerobong PLTU batu bara di Banten menjadi penghasil gas emisi karbon.

"PLTU itu sudah mempunyai baku mutu, kemudian kalau PLTU menjadi sumber pencemaran, berarti pengelolaan lingkungan tidak beres. Kan ada ambang batas baku mutu, ketika yang tidak boleh dilampau itu pelanggaran hukum," katanya.

3. Nana mendukung solusi jangka panjang dengan penghijauan

Dok. Istimewa/IDN Times

Nana pun mendukung solusi jangka panjang Pemprov Banten yang akan memperbanyak penghijauan lingkungan dengan menanam pohon. Sebab, untuk jangka pendek penanaman pohon tidak akan berpengaruh pada perbaikan kualitas udara.

"Untuk masa depan bagus, tapi kan gak bisa pohon yang baru di tanam tidak langsung mereduksi karbon. Tapi itu kebijakan bagus kalau serius," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article