Perempuan Tewas Tergantung di Kebun Kota Serang Diduga Dianiaya

- Tim forensik RS Bhayangkara Polda Banten menemukan luka memar dan robek di tubuh perempuan yang ditemukan tergantung di kebun warga Kota Serang.
- Hasil autopsi menunjukkan korban masih hidup saat dijerat tali, dengan dugaan kematian akibat asfiksia dan banyak luka yang meragukan kemungkinan bunuh diri.
- Polisi Polresta Serang Kota tengah menyelidiki identitas korban, penyebab pasti kematian, serta potensi unsur pidana dalam kasus tersebut.
Serang, IDN Times – Kasus penemuan mayat perempuan yang tergantung di kebun milik warga di Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang, mulai mengarah pada dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.
Hal itu terungkap dari hasil autopsi sementara yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. Dokter forensik menemukan sejumlah luka memar dan luka robek pada tubuh korban.
1. Terdapat sejumlah luka dalam tubuh korban

Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, Donald Rinaldi, mengatakan terdapat luka robek di bagian wajah korban, tepatnya di pelipis kanan, serta memar di beberapa bagian tubuh lainnya. “Terus di leher, sebagian dagingnya sudah hilang karena pembusukan, tapi masih terlihat jejak jeratan di sisi belakang dan kanan leher,” kata Donald, Rabu (20/5/2026).
Menurut Donald, bekas jeratan di leher korban belum dapat dipastikan berasal dari gantung diri. Sebab, kondisi tersebut juga memungkinkan terjadi akibat faktor lain. “Belum bisa disimpulkan jeratan itu apakah karena digantung atau diseret. Yang jelas ada bekas tali di leher korban,” ujarnya.
2. Korban disebut masih hidup saat dijerat tali ke pohon

Meski begitu, ia memastikan korban masih dalam keadaan hidup saat mengalami jeratan di leher. “Kalau bekas tali muncul di kulit, artinya saat dijerat dia masih hidup. Bukan sudah meninggal lalu digantung,” ungkapnya.
Selain luka di bagian leher, tim forensik juga menemukan memar dan luka terbuka di lengan kanan korban yang diduga disebabkan benturan benda tumpul. Banyaknya luka pada tubuh korban membuat dugaan bunuh diri diragukan.
“Kalau dugaan bunuh diri sih enggak, menurut saya karena banyak luka-luka. Di tangan kanan banyak memar dan ada luka robek akibat benda tumpul,” katanya.
Dalam pemeriksaan autopsi, dokter juga tidak menemukan adanya janin di dalam rahim korban, meski kondisi rahim disebut tampak membesar. “Saya tidak menemukan janin. Bukan berarti tidak hamil, tapi saat autopsi tidak ditemukan janin,” ujarnya.
Donald memperkirakan korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen. Namun, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap organ tubuh dan jaringan luka korban.
“Karena tubuh sudah membusuk lanjut, tanda-tanda perdarahan di organ belum bisa terlihat jelas. Sampel jantung, paru, dan jaringan luka sedang diperiksa di laboratorium,” tuturnya.
Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah memasuki fase pembusukan lanjut dan dipenuhi belatung. Berdasarkan kondisi itu, korban diperkirakan meninggal sekitar empat hingga tujuh hari sebelum ditemukan. “Kalau sudah ada belatung, biasanya kematian sekitar 4 sampai 7 hari,” kata Donald.
3. Polisi mendalami dugaan pembunuhan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengatakan hasil sementara pemeriksaan forensik telah diterima penyidik. Polisi saat ini masih mendalami identitas korban, penyebab pasti kematian, serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Hasil forensik sementara sudah kita terima. Ada luka di pelipis dan sejumlah luka di bagian tubuh lainnya,” ujarnya.
















