Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamax Naik Pemprov Banten Kurangi Mobilitas, Perbanyak Rapat Daring
ilustrasi SPBU (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)
  • Kenaikan harga Pertamax mendorong Pemprov Banten memperkuat sistem kerja digital dengan membatasi mobilitas aparatur dan mengutamakan rapat daring untuk efisiensi biaya operasional.
  • Anggaran perjalanan dinas OPD dikurangi karena kenaikan harga BBM membuat pembelian bahan bakar berkurang, namun kinerja tetap berjalan lewat pemanfaatan teknologi komunikasi.
  • Pemprov Banten menilai dampak kenaikan BBM tidak signifikan terhadap aktivitas kerja karena kebijakan efisiensi dan penggunaan rapat virtual sudah diterapkan sejak lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten semakin mengoptimalkan pola kerja berbasis digital. Mobilitas aparatur dibatasi dan rapat daring menjadi pilihan utama untuk menekan biaya operasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, mengatakan kenaikan harga BBM memang berdampak pada operasional pemerintahan. Namun, dampaknya dinilai tidak terlalu besar karena kebijakan efisiensi perjalanan dinas telah diterapkan sejak lama.

"Ada sih dampaknya, walaupun mungkin gak besarnya," kata Deden, Rabu (10/6/2026).

1. OPD telah mengurangi anggaran perjalanan dinas

Ilustrasi pengisian BBM. (Dok. PPN Sumbagsel).

Menurut Deden, anggaran bahan bakar kendaraan dinas disusun berdasarkan nominal rupiah. Akibatnya, ketika harga BBM naik, jumlah bahan bakar yang bisa dibeli dengan anggaran yang sama menjadi lebih sedikit.

Deden mencontohkan, nilai anggaran yang sebelumnya dapat membeli lebih banyak bahan bakar kini hanya mampu memperoleh volume yang lebih rendah karena adanya penyesuaian harga.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). "Sebab, sebagian besar OPD sudah mengurangi aktivitas perjalanan dinas dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung koordinasi kerja," katanya.

2. Rapat lebih banyak dilakukan secara virtual

ilustrasi rapat virtual (freepik.com/freepik)

Deden menjelaskan, rapat virtual dan komunikasi melalui telepon kini menjadi sarana utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Sementara perjalanan dinas secara langsung hanya dilakukan untuk memenuhi undangan atau agenda yang mewajibkan kehadiran fisik.

"Sebetulnya teman-teman di OPD sudah jarang pergi, jadi tidak masalah," ujarnya.

3. Diklaim kenaikan ini tak begitu ganggu aktivitas kerja

Ilustrasi ASN di Indonesia. (IDN Times/Aditya Pratama)

Deden menegaskan, langkah efisiensi tersebut membuat Pemprov Banten tetap mampu menjaga efektivitas kerja meski terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi di pasaran.

"Kan kita juga sebelumnya sudah memangkas perjalanan dinas, jadi gak kemana-mana juga. Jadi bisa zoom, telpon, kecuali undangan," katanya.

Editorial Team

Related Article