PMI Kabupaten Tangerang Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir

- PMI Kabupaten Tangerang mendirikan posko dapur umum di Bumi Anugerah Sejahtera, Kecamatan Rajeg, untuk warga terdampak banjir.
- Dapur umum memenuhi kebutuhan makanan cepat saji dan mendistribusikan bantuan logistik seperti air mineral, biskuit bayi, mi instan, roti, beras, dan selimut.
- Banjir di sebagian wilayah Tangerang masih menggenang dengan ketinggian 20-50 cm, beberapa warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Tangerang, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Banten mendirikan posko dapur umum di Bumi Anugerah Sejahtera, Kecamatan Rajeg, untuk warga yang terdampak bencana banjir.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Suparji Rustam mengatakan, dapur umum itu memenuhi kebutuhan makanan cepat saji dan menyalurkan bantuan lainnya kepada korban banjir.
"Beberapa titik di Kecamatan Rajeg menjadi wilayah terdampak banjir, seperti di Desa Mekar Sari ada 5 RT, Desa Rajeg RW 3, bantuan sejak semalam sudah kami distribusikan secara langsung ke lokasi kejadian," kata Suparji, seperti dikutip ANTARA, Kamis (30/1/2025).
1. PMI juga menyalurkan logistik, mulai dari air hingga selimut

PMI Kabupaten Tangerang juga mendistribusikan bantuan berupa logistik untuk kebutuhan para korban banjir, seperti air mineral, biskuit bayi, mi instan, roti, beras, dan selimut.
Bantuan logistik untuk para korban banjir tersebut, kata Suparji, diserahterimakan kepada warga di Perumahan Nuansa Mekarsari, Rajeg.
"Pendistribusian bantuan kami lakukan di dua desa terdampak yaitu Desa Mekar Sari, meliputi 5 RT di Perumahan Nuansa Mekar Sari dan Desa Rajeg yang menimpa Perumahan Bumi Anugrah Sejahtera," katanya.
2. Warga bertahan di rumah masing-masing, dapur umum jadi solusi

Meski mulai surut, banjir di sebagian wilayah Tangerang masih menggenang dengan ketinggian 20 hingga 50 centimeter. Sebagian warga juga masih bertahan di rumah masing-masing.
"Dapur umum menjadi salah satu solusi dalam penanganan sementara bagi para korban banjir di kawasan ini, karena mereka belum bisa beraktivitas normal," ujarnya.
Tercatat kawasan permukiman warga dan ruas jalan di lima kecamatan seperti Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan, Teluknaga, dan Kosambi terdampak banjir dengan rata-rata ketinggian air mencapai 30 centimeter hingga 1 meter, sejak Selasa malam hingga Rabu (29/1/2025).



















