Ilustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)
Namun, tak berselang lama setelah pernikahan itu, ayah sambungnya mengalami kecelakaan dan meninggal di Serang, Banten. Saat itu, ibu Nazarullah sedang mengandung Silviana Herman.
Tak lama setelah Silviana lahir, keluarga ayah sambungnya kemudian membawa sang adik ke Probolinggo, Jawa Timur. "Enggak kebayang bagaimana hancurnya hati mama saat itu, mama harus kehilangan Papa buat selamanya dan adek setelah lahir," ungkap Nazarullah.
Ia menduga keluarga sang ayah sambung membawa Silviana karena latar belakang keluarganya yang bukan dari kalangan berada. "Pas adek baru lahir sampai dibawa, belum sempat dibikin akta lahir, tapi Mama udah kasih nama adik "Silviana Herman". Ada nama Papa di nama belakang adik," kata Nazarullah.
Ia mengaku tidak pernah lagi melihat maupun berkomunikasi dengan keluarga ayahnya yang asal Probolinggo itu. Kendati demikian, ia dan mamanya selalu memikirkan Silviana Herman bahkan sampai terbawa mimpi.
Nazarullah juga menuliskan ciri-ciri fisik adiknya yang lahir pada 29 November 1998 itu. "Kata Mama, adik punya tanda lahir titik-titik mirip lubang di daun telinganya. Kulit adik putih, mata sipit, rambut keriting ikal kayak Mama," jelas Nazarullah.