Peta Jalur Kereta dan rencana jalur Kereta Api Jakarta, Bogor dan Banten pada masa Hindia Belanda (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Sejarah Stasiun Rawa Buntu tak bisa dilepaskan dari pembangunan jalur kereta api yang dilakukan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Saat itu, perusahaan kereta api negara Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), membangun proyek Bantam Lijn atau Jalur Banten untuk memperlancar distribusi hasil bumi dari wilayah selatan Karesidenan Banten menuju Batavia.
Rencana pembangunan jalur tersebut bahkan sempat diberitakan dalam surat kabar berbahasa Belanda Java Bode edisi 19 Mei 1896. Dalam laporan itu disebutkan bahwa parlemen Belanda menyetujui tambahan anggaran untuk pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Batavia hingga Anjer (Anyer), termasuk percabangan menuju Tangerang dan Weltevreden.
"Sebuah rancangan undang-undang untuk bagian ini telah masuk ke Tweede Kamer (Dewan Perwakilan Rakyat di Den Hag). Dalam memorandum penjelasannya, Menteri menekankan bahwa beberapa tahun lalu Residensi Banten telah dilanda berbagai bencana berturut-turut. Selain itu, wilayah ini berada dalam keadaan kemunduran yang memberikan pengaruh merugikan baik secara material maupun spiritual terhadap penduduknya. Pemerintah telah lama menyadari pentingnya membangun jalur kereta api di wilayah ini untuk membantu penduduknya yang tertinggal dalam banyak hal. Staten-Generaal, yang telah menyetujui dana untuk survei awal dalam anggaran Hindia 1892, juga telah beberapa kali menunjukkan minat mereka terhadap realisasi proyek ini," tuis Java Bode dalam laporannya.
Dari proyek inilah lahir sejumlah stasiun di sepanjang lintas Tanah Abang-Rangkasbitung, termasuk Stasiun Rawa Buntu yang masih bertahan hingga sekarang.