Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Susul DKI Jakarta, Kota Tangerang Bersiap Terapkan PSBB
IDN Times/Muhamad Iqbal

Kota Tangerang, IDN Times - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan pihaknya telah mengajukan surat kepada Gubernur Banten terkait rencana pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tangerang.

"Suratnya dikirim hari ini, intinya meminta arahan tentang rencana PSBB. Mekanismenya akan diatur lebih lanjut menunggu arahan dari Provinsi," ujar Arief, Rabu (8/4).

1. Setiap hari, 700 ribu orang keluar dan masuk Kota Tangerang

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Arief menerangkan, pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta memberikan dampak langsung bagi daerah di sekitarnya, termasuk Kota Tangerang. Salah satu faktor yang akan berdampak signifikan adalah penurunan arus transportasi yang melintas di Kota Tangerang.

"Tidak bisa dipungkiri, banyak warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta. Per hari itu tak kurang dari 700.000 orang keluar dan masuk ke Kota Tangerang," ungkapnya.

2. PSBB diyakini bakal ampuh cegah penyebaran COVID-19

Jakarta berstatus PSBB. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Arief menuturkan, dengan diberlakukannya PSBB di wilayah Kota Tangerang diharapkan dapat menekan jumlah penyebaran COVID-19. Selain itu, ia juga mengharapkan PSBB dapat dilakukan oleh Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

"Agar lebih efektif dan maksimal, mengingat banyak pergerakan masyarakat dari kabupaten dan Tangsel," kata Arief.

3. Arief: banyak warga Kota Tangerang kerja di Jakarta

Dok. Istimewa

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Arief R Wismansyah menyebut, jumlah warga Kota Tangerang yang beraktivitas atau bekerja di Jakarta sangat besar. Sehingga, sebagai daerah penyangga ibu kota, penerapan PSBB di Jakarta akan terasa pengaruhnya di Kota Tangerang.

“Pastinya warga Kota Tangerang banyak yang beraktivitas di Jakarta, akhirnya mereka mengerjakan tugasnya di rumah tanpa bolak-balik Tangerang-Jakarta,” kata Arief, Selasa (7/4).

Menanggapi PSBB ini, kata Arief, pihaknya telah mendorong warga untuk membentuk Kampung Siaga Corona (Si Gacor) untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. “Diharapkan menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Editorial Team

Related Article