Terjebak Macet ke Pelabuhan Ciwandan, Sopir: Padahal Merak Kosong

Cilegon, IDN Times - Antrean panjang truk pengangkut logistik masih terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon. Jalan ini merupakan akses masuk ke Pelabuhan Ciwandan. Antrean panjang truk-truk mengular di JLS hingga hampir 10 kilometer.
Dede, seorang sopir truk yang membawa paket makanan dari Jakarta ke Pekanbaru, Riau mengeluhkan macet panjang itu. Dia mengaku sudah hampir delapan jam terjebak macet dan tak kunjung masuk ke Pelabuhan.
"Saya dari subuh tadi jam 5 subuh di sini gak gerak-gerak sampai jam 2 siang," kata Dede saat ditemui di JLS, Kota Cilegon, Rabu (4/4/2024).
1. Sopir meminta truk tak dialihkan dulu ke Ciwandan, kalau Pelabuhan Merak masih kosong

Dede mengatakan, pengalihan kendaraan pengangkut barang atau logistik saat ini dari Pelabuhan Merak ke Ciwandan tidak maksimal dan terlalu dini. Menurut dia, pengalihan itu justru menimbulkan antrean panjang di pslabuhan milik PT Pelindo Regional 2 Banten itu.
Seharusnya, kata dia, pengalihan truk baru dilakukan pada saat puncak arus mudik saja. "Pengen kami, dua hari (sebelum) lebaran, baru dipindahin ke sini (Ciwandan). Padahal Pelabuhan Merak banyak yang kosong itu," katanya.
2. Kendati begitu, kemacetan masih lebih parah tahun lalu

Nasib yang sama dialami oleh Putra sesama sopir pengangkut makanan ringan dari Surabaya menuju ke Palembang. Kata Putra, ini kali kedua dia menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan pada saat arus mudik lebaran.
Ia menilai skema dari tahun lalu dan tahun sekarang masih sama sehingga tak aneh jika ia masih terjebak macet. Dari pukul 04:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB, Putra masih terjebak di JLS tak kunjung masuk ke pelabuhan.
"Tapi dari sisi kemacetan paling parah tahun lalu lah, sekarang mending," katanya.
3. Bayangan bajing loncat menghantui sopir truk di tengah antrean panjang

Sementara, sopir lainnya bernama Ucok mengaku khawatir kejadian kejahatan pencurian yang dilakukan oleh bajing loncat seperti tahun lalu akan terulang kembali. Mengingat, antrean di JLS yang menjadi buffer zone terlalu lama.
"(Khawatir) Ada lah karena kan ini barangnya punya bos. Kalau hilang, (kami) gantiin," katanya.


















