Terpeleset ke Sungai Saat Hujan, Nelayan Muda di Tangerang Ditemukan Tewas

- Korban nelayan M (19) ditemukan tewas setelah terpeleset ke Sungai Cimanceri saat hujan deras.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejauh 5 km dengan membagi tim ke dalam beberapa area pencarian.
- Jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga setelah ditemukan oleh puluhan personel SAR gabungan.
Tangerang, IDN Times - Seorang nelayan ditemukan tewas di Sungai Cimanceri, Kampung Selatip, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang pada Kamis (29/1/2026). Korban yang diketahui berinisial M (19) tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilaporkan terpeleset hingga jatuh dan hilang pada Selasa (26/1/2026) lalu.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB pada jarak kurang lebih 800 m dari lokasi kejadian," kata Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
1. Korban terpeleset ketika hendak menaiki perahu saat hujan deras

Desiana mengungkapkan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Korban bersama seorang temannya berada di sebuah gubuk di sekitar Sungai Cimanceri. Keduanya kemudian bermaksud menaiki perahu karena kondisi hujan dan gubuk yang ditempati mengalami kebocoran.
"Namun, saksi melihat korban dan temannya terpeleset hingga terjatuh ke sungai," ungkapnya.
Teman korban berhasil diselamatkan setelah sempat hanyut, sedangkan korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan hilang, sehingga dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
2. Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejauh 5 km

Desiana menyebut, upaya pencarian dilaksanakan dengan membagi tim ke dalam beberapa area pencarian, meliputi penyisiran menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga Dam PLTU Lontar sejauh kurang lebih 4 km, pencarian menggunakan perahu nelayan dari lokasi kejadian hingga Pulau Cangkir sejauh kurang lebih 5 km.
"Serta pemantauan visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai, hingga akhirnya korban ditemukan radius 800 meter dari kejadian awal," jelasnya.
3. Korban telah diserahkan ke pihak keluarga

Usai ditemukan, jenazah korban pun lantas segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan. Adapun, puluhan personel SAR gabungan yang dikerahkan dalam proses pencarian korban, yakni terdiri atas Kantor SAR Jakarta, BPBD Kabupaten Tangerang, Damkar Pos Mauk, Polsek Mauk, Polairud Polresta Tangerang, Koramil Mauk, Pos TNI AL Mauk, Forum Potensi Banten, pihak PLTU Lontar, serta nelayan dan masyarakat setempat.
“Korban telah ditemukan dan selanjutnya dilakukan proses evakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

















