Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Kakek Penjual Kangkung di Lebak Ikat Perut demi Tahan Lapar
Tangkapan layar video viral seorang kakek penjual kangkung di Kabupaten Lebak, Banten. (instagram.com/respekpeduli.lebak
  • Video viral memperlihatkan Madhalim, 86 tahun, penjual kangkung di Lebak, mengikat perut dengan tali plastik untuk menahan lapar saat berjualan.
  • Madhalim mengambil kangkung dari rawa dan mengumpulkan rintikan sawit demi kebutuhan harian, sambil tinggal bersama anak serta istrinya yang sakit di gubuk bekas pabrik kopra.
  • Rumah Madhalim berdiri di lahan milik orang lain dan terancam ditinggalkan; Relawan Respek Peduli menggalang donasi untuk membangun hunian layak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lebak, IDN Times – Video seorang kakek penjual kangkung di Kabupaten Lebak, Banten, viral di media sosial. Dalam video itu, kakek tersebut tampak mengikat perutnya menggunakan tali plastik untuk menahan lapar saat berjualan di pinggir jalan.

Kakek itu diketahui bernama Madhalim (86), warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Kondisi hidupnya disebut memprihatinkan hingga kini mendapat perhatian relawan.

1. Relawan sebut video direkam sekitar sebulan lalu

Ketua Relawan Respek Peduli, Delima Humairo mengatakan, pihaknya telah mengunjungi kediaman Madhalim setelah video tersebut beredar luas.

“Kita dari Respek Peduli sempat berkunjung ke rumah Pak Madhalim, kondisi keluarganya memang sangat memprihatinkan,” kata Delima, Rabu (29/7/2026).

Delima menjelaskan, video yang viral sebenarnya direkam sekitar satu bulan lalu. Saat itu, tim relawan berbincang langsung dengan Madhalim yang mengaku mengikat perutnya untuk menahan rasa lapar ketika berjualan kangkung.

“Selain berjualan kangkung yang diambil di rawa-rawa dekat rumahnya, Pak Madhalim juga sering mungutin rintikan sawit dan dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

2. Tinggal di bekas pabrik kopra bersama istri yang sakit

Menurut Delima, Madhalim tinggal bersama anak dan istrinya yang sedang sakit di sebuah gubuk bekas pabrik kopra.

Rumah yang ditempati keluarga tersebut juga berdiri di atas lahan milik orang lain. Bahkan, ada informasi pemilik lahan akan kembali menggunakan tanah tersebut sehingga Madhalim terancam kehilangan tempat tinggal.

“Ada kabar sih bahwa pemilik tanah akan menggunakan tanahnya, artinya ya Madhalim harus meninggalkan rumahnya,” ungkap Delima.

3. Relawan buka donasi untuk bangun rumah

Melihat kondisi tersebut, Relawan Respek Peduli di Banten, Lampung, hingga Jakarta mulai menggalang donasi untuk membantu membangun rumah layak huni bagi Madhalim.

“Semoga tujuan kami bisa terealisasi, agar Madhalim mempunyai rumah impiannya,” kata Delima.

Curated For You

Editorial Team

Related Article