Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Tokoh Agama Deklarasi Tolak Rapid Test, MUI: Jangan Terprovokasi
Ilustrasi hasil rapid test uji pemeriksaan kesehetan pasien COVID-19 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Serang, IDN Times – Sebuah video viral di media sosial yang isinya sekelompok orang mengaku sebagai tokoh agama di Kota Serang menyatakan penolakannya terhadap rapid test COVID-19. Video itu berdurasi 34 detik.

“Menolak rapid test para kiyai dan para santri se-Kota Serang. Kedua menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila,” kata salah seorang dalam video pendek tersebut. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang pun langsung menanggapi video tersebut. 

1. Video viral itu langsung mendapat respons MUI Serang

Ilustrasi kantor MUI (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin yang menyebut, tokoh agama mestinya punya tanggung jawab mencerdaskan kehidupan umat, khususnya para santri.

“Sejalan dengan hal tersebut tentu pesantren dan tokoh tokohnya dapat bersama-sama pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, misalnya melakukan upaya cegah bersama penyebaran COVID-19," kata Amas, Selasa (16/6).

Amas menilai mestinya tokoh agama membantu sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tengah pandemik, menanamkan rasa cinta Tanah Air, sehingga membuat situasi damai, kondusif, mengayomi, dan terpenting netral dari kepentingan politik praktis.

2. Rapid test disebut sebagai intervensi komunis China, MUI Serang: itu tidak benar

Infografis Fakta Komunis Manifesto. IDN Times/Arief Rahmat

Amas juga menegaskan, pesantren merupakan benteng kebenaran, penyaring informasi hoaks dan fitnah serta sesuatu yang bertentangan dengan kaidah dan norma hukum.

“Isu hari ini soal kebijakan Menteri Agama tentang penghentian ibadah haji tahun 2020 sudah benar dan rasional, tetapi masih ada yang menyatakan bahwa hal tersebut merupakan intervensi PKI gaya baru, agar umat Islam Indonesia tidak berhaji. Sungguh ini tidak benar," katanya.

Demikian juga soal rapid test COVID-19 dicurigai sebagai intervensi PKI sehingga perlu ditolak. “Ini juga tidak benar," katanya.

3. MUI imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi

Pelaksanaan rapid test kepada keluarga balita di Desa Kemenuh Gianyar (Dok.IDN Times/istimewa)

Bahwa kebangkitan PKI dalam berbagai bentuknya, lanjut Amas, harus dicegah karena bagian dari komitmen nasional siapapun orang aliran dan agamanya.

“Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh sesuatu yang tidak jelas sering kali menggunakan narasi keagamaan yang berujung kepentingan politik perebutan kekuasaan belaka,” jelasnya.

Editorial Team

Related Article